KETIK, MALANG – Di antara jutaan doa yang melangit, ada derap langkah kaki 112 anggota Pramuka yang tak kalah khidmat. Mereka bukan datang sebagai penonton, melainkan sebagai ‘penjaga’ kelancaran perhelatan akbar Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Tugas mereka mungkin tak terlihat dari panggung utama yang megah, namun peran mereka adalah nadi bagi kenyamanan jemaah. Bagi mereka, bakti ini adalah wujud nyata dari pengamalan Dasa Darma.
Ketua Kwarda Pramuka Jatim, HM Arum Sabil, mengatakan bahwa Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, bersinergi dengan Kwarcab Kota Malang, sengaja menerjunkan personel pilihan untuk memperkuat sif kedua. Mulai dari memastikan area tetap bersih dari sampah, membantu petugas keamanan mengurai massa, hingga berjaga di stan makanan agar distribusi logistik tetap tertib.
"Sejak pukul 03.00 WIB dini hari, mereka sudah bersiaga di lapangan. Penugasan ini difokuskan pada pengamanan sif kedua guna memastikan kondusifitas ribuan jemaah yang memadati area pusat kota," ujar Arum Sabil.
Guna menjamin efektivitas pengawasan dan pelayanan, Kwarda Jawa Timur mendistribusikan kekuatan personel ke dalam 11 titik strategis. Sebaran ini mencakup area inti kegiatan serta pos-pos penyangga (zona transit).
Menyadari tingginya eskalasi kedatangan jemaah dari berbagai penjuru daerah, delapan sekolah di Kota Malang difungsikan sebagai titik transit. Di lokasi-lokasi ini, anggota Pramuka bertindak sebagai garda terdepan dalam penyambutan dan pengaturan arus peserta.
“Di sana, anggota Pramuka bersiaga menyambut warga NU yang datang dari berbagai penjuru daerah,” jelasnya.
Ia merinci masing-masing 10 personel tersebar di SMKN 2 Malang, SMAN 8 Malang, SMKN 3 Malang, SMA Panjura, SMA Lab UM, dan SMAN 1 Malang. Sementara, SMAN 4 Malang dengan kekuatan 7 personel dan SMAN 3 Malang dengan 5 personel.
“Fokus pengamanan utama dipusatkan di Stadion Gajayana dengan penempatan 15 personel inti. Selain itu, guna mendukung kelancaran urusan protokoler serta pelayanan tamu negara, sebanyak 10 personel disiagakan di Kantor Bakorwil Malang dan 15 personel di Kantor BPSDM Malang,” pungkasnya. (*)
