PT RSS Ditutup Warga Bancar Tuban, Dugaan TKA China sebagai Pekerja Aktivitas Tambang Cucian Pasir

3 Februari 2026 18:50 3 Feb 2026 18:50

Thumbnail PT RSS Ditutup Warga Bancar Tuban, Dugaan TKA China sebagai Pekerja Aktivitas Tambang Cucian Pasir

Warga Bogorejo saat menutup aktivitas perusahan PT RSS dan dampak lingkungan sekitar, Selasa 3 Februari 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)

KETIK, TUBAN – Warga desa Bogorejo, kecamatan Bancar, kabupaten Tuban, menghentikan operasional PT Ramil Silica Sentosa (RSS) sejak Senin malam, 2 Februari 2026.

Aksi warga dipicu adanya dampak pencucian pasir menyebabkan sedimentasi sungai, air keruh, hingga pembuangan limbah ke bibir pantai, serta polusi mengganggu kesehatan masyarakat.

"Kami minta perusahan tidak membuang limbah ke laut secara langsung," kata warga sekitar yang namanya tidak mau di catut.

Hingga hari Selasa 3 Februari 2026 seluruh aktivitas perusahan RSS bergerak tambang pencucian pasir off atau berhenti sembari menunggu upaya mediasi perusahan dengan warga, yang dijadwalkan pada esok Rabu 4 Februari 2026 di Baledesa Bogorejo setempat.

"Besok masih ada mediasi warga dengan perusahan," tulis Kapolsek Bancar, Iptu Dwi Purwoko

Selain masalah lingkungan, perusahaan RSS ini di terpa kuat penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok China tanpa pengawasan maupun dokumen resmi seperti Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) Kementerian Ketenagakerjaan maupun dokumen sah Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dari otoritas terkait.

Terpisah, Plt. Camat Bancar, Arman Mitra belum memberikan respon adanya rencana mediasi dilakukan perusahan dengan warga sekitar desa Bogorejo, yang resah adanya aktivitas PT RSS cucian pasir yang mencemari lingkungan.(*)

Tombol Google News

Tags:

RSS cucianpasir Tambang Bancar Bogorejobancar Pertambangan ESDM Bisnis & ekonomi