Proyek Jalan Rabat Beton Rp500 Juta di Sreseh Sampang Retak, Warga Soroti Kualitas

5 April 2026 20:45 5 Apr 2026 20:45

Thumbnail Proyek Jalan Rabat Beton Rp500 Juta di Sreseh Sampang Retak, Warga Soroti Kualitas

Papan Nama Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 2025 mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Salah satu program yang digulirkan adalah Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, berupa proyek pembangunan jalan rabat beton.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jawa Timur melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Timur. Proyek ini dilaksanakan dengan skema swakelola tipe IV yang melibatkan Kelompok Kerja Sama Antar Desa (KKAD) PISEW Koncang Jaya sebagai pelaksana.

Dalam papan proyek disebutkan, pekerjaan berupa pembangunan jalan perkerasan beton dengan total anggaran sebesar Rp500.000.000.

Foto Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, berupa proyek pembangunan jalan rabat beton, amun sudah retak (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang menyasar Desa Taman dan Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, berupa proyek pembangunan jalan rabat beton, amun sudah retak (Foto: Mat Jusi/Ketik.com)

Namun, proyek yang baru rampung sekitar tiga bulan lalu itu kini menuai sorotan publik. Pasalnya, kondisi jalan rabat beton yang diharapkan kokoh dan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat justru mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat, 3 April 2026, jalan yang menghubungkan Desa Taman dan Desa Sreseh tersebut telah mengalami retak di sejumlah titik. Retakan terlihat memanjang dari sisi hingga ke bagian tengah konstruksi beton.

Kondisi ini memunculkan dugaan rendahnya mutu pekerjaan, bahkan disinyalir tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kerusakan pada jalan tersebut sudah terjadi tidak lama setelah proyek selesai dikerjakan.

“Retaknya muncul sekitar satu bulan setelah selesai pekerjaan, sampai sekarang belum diperbaiki,” ujar warga tersebut. Minggu, 5 April 2026.

Sumber lain juga menyebutkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh seorang pria berinisial MJ alias Moh Jamali yang merupakan warga Desa Taman.

Sementara itu, Ketua KKAD PISEW Koncang Jaya, Moh Jamali, belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan proyek tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan.

Hingga kini, upaya konfirmasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana masih terus dilakukan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah PISEW Desa Taman dan Desa Sreseh Kecamatan Sreseh retak Rabat Beton