Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15 5 Apr 2026 21:15

Thumbnail Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Petugas saat memadamkan sisa api yang ada di pemukiman padat penduduk di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Mangli, Kaliwates, Jember. (Foto: Damkarmat Jember)

KETIK, JEMBER – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Minggu siang, 5 April 2026. 

Peristiwa tersebut langsung diikuti kepanikan oleh warga sekitar karena lokasi rumah yang terbakar berada di tengah permukiman dengan bangunan saling berdempetan, sehingga kobaran api dengan cepat diperbesar dan dirambatkan ke bangunan lain di sekitarnya.

Seorang warga setempat melaporkan kejadian itu kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jember sekitar pukul 13.01 WIB, setelah melihat api mulai membesar dari salah satu rumah.

Objek yang terbakar kemudian diketahui merupakan bagian dapur rumah milik Muhlisin, yang dihuni oleh satu kepala keluarga dengan lima orang anggota.

Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan rumah tersebut. Kondisi permukiman yang padat membuat api sempat menjalar ke dua rumah di sisi kanan dan kiri, masing-masing milik Lukman Sanusi dan Rudi Hartono, sebelum akhirnya petugas berhasil mengendalikan penyebarannya.

Respons cepat kemudian dilakukan oleh tim Damkarmat Regu B Mako Pemkab Jember dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam dan lima personel ke lokasi kejadian.

Yustaniar menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 13.01 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi, kemudian tim tiba sekitar pukul 13.26 WIB untuk melakukan pemetaan serta pemadaman api.

"Proses pemadaman mengalami kendala karena akses jalan yang sempit dan asap tebal dari dalam rumah menghambat pergerakan petugas," ujar anggota Damkarmat Regu B Mako Pemkab Jember, Yustaniar, saat dikonfirmasi Ketik.com seusai pemadaman.

Petugas terus berjibaku hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.07 WIB. Setelah itu, tim melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak muncul kembali titik api baru.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran diarahkan pada korsleting listrik di area dapur, meskipun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dari kepolisian," sambungnya. 

Tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Satu rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan dua rumah lainnya terdampak dengan tingkat kerusakan sedang.

Rudi Hartono, salah satu warga yang rumahnya ikut terdampak dan sempat nyaris ikut terbakar mengungkapkan, bahwa situasi saat kebakaran sangat mencekam karena api cepat membesar di tengah permukiman padat.

"Kami semua panik dan berupaya menyelamatkan barang seadanya sambil membantu memadamkan api dengan peralatan sederhana," ujar Rudi. 

Pasca kejadian, sisa-sisa kebakaran dibersihkan secara gotong royong oleh warga bersama petugas dan relawan dari Sahabat Tagana Kabupaten Jember, sekaligus dilakukan pendataan kebutuhan mendesak bagi para korban.

Sejumlah kebutuhan seperti sembako, peralatan dapur, kasur, selimut, serta pakaian mulai diinventarisasi untuk membantu warga terdampak.

Hingga berita ini dimuat, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali, sementara proses pendataan serta penanganan lanjutan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.

Tombol Google News

Tags:

kebakaran Jember kebakaran mangli kaliwates kebakaran rumah padat penduduk korsleting listrik jember Damkar Jember