Pernah Jubir Covid-19, Anak Muda Ini Pimpin RS Pura Raharja! Berikut Sosok Mas Dokter Jibril

9 Januari 2026 13:31 9 Jan 2026 13:31

Thumbnail Pernah Jubir Covid-19, Anak Muda Ini Pimpin RS Pura Raharja! Berikut Sosok Mas Dokter Jibril

Direktur Utama Rumah Sakit Pura Raharja dalam salah satu kesempatan di Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Instagram @dr.makhyanjibril)

KETIK, SURABAYA – Nama dr. Jibril mulai akrab di telinga di saat masa pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia sekitar 2020-2022.

Ya, dokter muda yang memiliki ciri khas berambut klimis dan berkaca mata itu kerap muncul di berbagai media massa karena bertugas sebagai juru bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur.

Posisinya saat itu sebagai Manajer data dan Juru Bicara (Jubir) Satgas COVID-19 Jatim yang setiap saat harus berbekal dan memiliki data terbaru dalam hal penanganan maupun pencegahan virus mematikan tersebut. Selama 24 jam, Nomor handphone-nya pun juga tidak boleh nonaktif meski hanya semenit.

Nama lengkapnya, dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, M.Sc M.Biomed MBA Sp.JP. Ia adalah dokter spesialis jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR).

Dibalik penampilan kalem, tenang dan murah senyum, ia dikenal tak bosan menuntut ilmu. Tak main-main, gelar masternya ada tiga dari berbagai universitas kenamaan dari dalam maupun luar negeri.

Mas Dokter Jibril, begitu ia kerap disapa oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kala itu, di bawah arahan Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS (dr. Joni), wajahnya menghiasi layar kaca dan namanya selalu menjadi headline atau berita utama media cetak maupun online.

Usianya masih terbilang muda. Tahun ini, ia genap berusia 35 tahun. Ia lahir di Kabuaten Malang, tepatnya 20 Maret 1991.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang sempat bertugas di RSUD Dr. Soetomo Surabaya itu dikenal sebagai salah satu sosok muda dalam bidang kesehatan di Indonesia.

Tak hanya cakap berkiprah di bidang akademik, tapi juga mahir dalam inovasi kesehatan digital, advokasi profesi kedokteran hingga kebijakan publik.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDI Almaarif 02 Singosari, lalu ke SMPN 1 Singosari dan melanjutkannya di SMAN 3 Malang. Sejak muda ia dikenal aktif dalam kegiatan akademik maupun organisasi. Prestasinya di masa sekolah mengantarkannya melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Brawijaya Malang.

Pada tahun 2008–2014, ia menempuh pendidikan sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Selama masa studinya, ia dipercaya menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (2010–2011).

Pada masa kepemimpinannya, BEM FK Universitas Brawijaya berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu organisasi kepemudaan berprestasi terbaik tingkat nasional.

Selain aktif di organisasi, Jibril juga menorehkan prestasi akademik dengan meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) pada tahun 2011 dan 2012 secara berturut-turut.

Setelah menyelesaikan studi kedokteran, ia melanjutkan pendidikan S2 Biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melalui jalur fast track (2013–2015).

Ia dikenal sebagai salah satu lulusan pionir yang berhasil menyelesaikan pendidikan magister dengan publikasi internasional.

Pada tahun 2017, Jibril memperoleh beasiswa prestisius Chevening dari Pemerintah Inggris untuk melanjutkan studi S2 bidang Healthcare Management and Entrepreneurship di University College London, salah satu universitas terbaik dunia.

Selama masa studinya di London, ia menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia yang ditampilkan dalam video kampanye University College London School of Management.

Selain itu, ia juga menyelesaikan program Master of Business Administration (MBA) dari Quantic Business School, Amerika Serikat pada tahun 2018, yang memperluas kompetensinya di bidang manajemen bisnis dan kewirausahaan.

Pada tahun sama, ia mulai menempuh pendidikan spesialisasi di bidang Kardiologi dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga. Pendidikan spesialis ini diselesaikannya pada tahun 2023, menempatkannya sebagai salah satu dokter kardiologi muda di Indonesia.

Untuk memperluas wawasannya dalam bidang teknologi kesehatan, Jibril juga mengikuti short course mengenai Telemedicine dan Digital Health di Queensland University, Australia.

Awal karirnya, Jibril memulai karier sebagai dokter di Instalasi Gawat Darurat RS Universitas Airlangga (2015–2017). Pada tahun 2017, ia sempat bergabung sebagai konsultan di London Strategic Consulting.

Setelah kembali ke Indonesia, kiprahnya semakin dikenal luas ketika ia dipercaya sebagai CEO Akselerasi Inovasi Negeri (2020–2023), lembaga yang berfokus pada pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

Pada tahun 2020–2023, ia ditunjuk sebagai staf Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Timur dengan peran sebagai manajer data sekaligus juru bicara. Melalui posisinya ini, Jibril menjadi salah satu wajah publik dalam penyampaian informasi resmi terkait perkembangan COVID-19 di Jatim.

Perannya berlanjut di tingkat nasional ketika ia bergabung dengan Kementerian Kesehatan RI (2022–2023) sebagai staf di bidang Komunikasi Teknis dan Transformasi Kesehatan, yang terlibat dalam penyusunan Omnibus Health Law.

Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Jibril bergabung dengan Divisi Elektrofisiologi RSUD Dr. Soetomo dengan fokus pada pengembangan ekosistem elektrofisiologi dan teknologi kesehatan jantung di Jatim.

Di bidang organisasi, selepas pendidikan sarjana, dr Jibril bersama dr. Gamal Albinsaid mengembangkan Indonesia Medika, sebuah inisiatif sosial yang melahirkan program Klinik Asuransi Sampah.

Inovasi ini mendapat pengakuan internasional dengan meraih HRH Young Enterprise Award dari Pangeran Charles di Inggris.

Pada tahun 2015–2018, ia terpilih sebagai Ketua pertama Alumni Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Saat menempuh studi di London, ia diangkat menjadi sekretaris Nusantara Innovation Forum yang bertujuan mempertemukan inovator dan peneliti Indonesia dengan pemangku kepentingan di Inggris maupun Indonesia.

Di tingkat nasional, ia turut menggagas pendirian Junior Doctor Network (JDN) Indonesia yang berfokus pada isu kesejahteraan dokter muda.

Dalam kepemimpinannya, JDN Indonesia berhasil menggalang lebih dari 44 ribu tanda tangan petisi online yang menuntut peningkatan kesejahteraan dokter umum di Indonesia.

Ia kemudian menjabat sebagai Vice Chairman JDN Indonesia dan pernah menjabat sebagai Deputy External (selain Vice Chairman) JDN Indonesia, sebuah organisasi dokter muda di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sejak 2022, Jibril menjabat sebagai Vice Treasurer di HIPMI Surabaya. Selain Head of Healthcare (2020–2022) dan Vice Treasurer (sejak 2022), ia tercatat sebagai Wakil Bendahara Umum 5 dalam kepengurusan HIPMI Surabaya (2020–2022).

Atas dedikasinya, dr Jibril telah memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya:

  • Penganugerahan Spesialis: Jubir SATGAS Covid Jatim Dilantik Jadi Spesialis Jantung FK UNAIR (2023).
  • UK Alumni Award for Science and Sustainability (2022) di bidang Science & Sustainability dari Inggris.
  • 2nd Place Young Investigator Award ASMIHA (2022).
  • Medali emas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (2011 dan 2012).
  • Scopus H-index 7 dengan lebih dari 32 publikasi ilmiah internasional.
  • Organisasi Berprestasi Nasional peringkat 2 untuk BEM FK Universitas Brawijaya (2011).

 

Dirut RS Pura Raharja

Awal tahun 2026, karir dr Jibril semakin melejit. Kini, namanya tercantum sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Pura Raharja Surabaya. Ia menggantikan Ishaq Jayabrata.

Selain mengalami pergantian posisi dirut, di rumah sakit milik Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Jatim itu, ditunjuk juga dr Joni Wahyuhadi sebagi CEO menggantikan Ary Sylviati.

Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur sekaligus Sekretaris Perkumpulan Abdi Negara Jatim, Indah Wahyuni, menyampaikan pergantian manajemen merupakan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh agar RS Pura Raharja dikelola secara lebih profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.

Seluruh proses transisi, kata dia, juga dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas serta keberpihakan pada masyarakat.

Langkah awal yang akan dilakukan manajemen baru, kata dr Jibril, adalah memetakan persoalan internal rumah sakit, mulai dari kondisi fisik bangunan, kualitas layanan hingga sistem manajemen. "Pembenahan tidak bisa dilakukan secara parsial tanpa pemetaan masalah yang jelas," tutur Mas Dokter Jibril. (*)

Tombol Google News

Tags:

Direktur Utama rs pura raharja dr jibril jubir covid spesialis jantung