Awal 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Transformasi RS Pura Raharja Berbasis Profesionalisme dan Kemanusiaan

10 Januari 2026 10:11 10 Jan 2026 10:11

Thumbnail Awal 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Transformasi RS Pura Raharja Berbasis Profesionalisme dan Kemanusiaan

Gubernur Khofifah didampingi Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, CEO RSPR dan Direktur RSPR membuka papan nama bertuliskan Rumah Sakit Pura Raharja, milik Pemprov Jatim (Foto: Martudji/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa awal tahun 2026 menjadi titik refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RS Pura Raharja. Ia menekankan pentingnya pengelolaan rumah sakit yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri acara potong tumpeng dan tasyakuran di RS Pura Raharja, Jalan Pucang Adi, Surabaya, Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru pengelolaan rumah sakit yang memiliki sejarah panjang di Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan bahwa RS Pura Raharja memiliki nilai historis yang kuat karena lahir dari iuran dan semangat pengabdian anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Jawa Timur di masa lalu. Rumah sakit tersebut dibangun sebagai wujud gotong royong aparatur sipil negara yang manfaatnya masih dirasakan hingga kini.

Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah secara simbolis memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi. Potongan tumpeng berikutnya diberikan kepada mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sukardi, yang juga tercatat sebagai pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur.

"Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan," ujar Gubernur Khofifah.

Ia kembali menegaskan bahwa RS Pura Raharja merupakan amal jariah para anggota KORPRI yang didedikasikan untuk kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, nilai pengabdian tersebut harus terus dijaga dan dikembangkan melalui tata kelola yang baik.

“Pendiri rumah sakit ini adalah para anggota KORPRI. RS ini didedikasikan untuk masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar KORPRI menanam amal jariah. Insya Allah, manfaatnya akan terus mengalir,” ujar Khofifah.

Dalam arahannya, Khofifah juga menekankan pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan rumah sakit. Ia memastikan bahwa RS Pura Raharja akan menjalani audit menyeluruh sebagai langkah awal penguatan tata kelola.

Audit tersebut mencakup audit bangunan untuk memastikan kelayakan fasilitas, audit peralatan medis guna menilai kesiapan teknologi layanan kesehatan, serta audit keuangan untuk menjamin pengelolaan yang bersih dan akuntabel.

“Proses audit ini untuk kebaikan bersama, agar keberlanjutan rumah sakit ini terjaga dengan standar yang benar,” tegasnya.

Khofifah mengaku terkesan dengan suasana rumah sakit serta sambutan para tenaga medis. Ia optimistis RS Pura Raharja memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan kualitas layanan berstandar internasional.

“Tadi suasananya sudah seperti international hospital. Kalau hari ini baru terasa, ke depan Insya Allah benar-benar terwujud, bukan hanya dari bangunannya, tapi juga kualitas layanan dan tenaga medisnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jawa Timur sekaligus Ketua Dewan Pengurus Provinsi KORPRI Jawa Timur, Adhy Karyono, menjelaskan bahwa tasyakuran digelar setelah status RS Pura Raharja kembali ditegaskan sebagai rumah sakit milik KORPRI Jawa Timur yang dikelola oleh Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

“Kita sudah mendudukkan kembali status RS Pura Raharja sebagai rumah sakit milik KORPRI Jatim. Kita juga sudah menunjuk CEO dan direktur yang baru,” kata Adhy.

Ia menambahkan, pembenahan rumah sakit dilakukan secara bertahap melalui audit bangunan, audit peralatan medis, dan audit keuangan. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada pengembangan dan peningkatan fasilitas layanan.

“Dari sisi bangunan akan kita kembangkan, termasuk pengadaan lahan untuk gedung rawat jalan dan penambahan jumlah tempat tidur,” terangnya.

Selain itu, RS Pura Raharja juga akan meningkatkan kualitas peralatan medis, mengembangkan layanan spesialis, serta menyiapkan layanan home care. Ke depan, rumah sakit ini ditargetkan naik status menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C dengan sejumlah program unggulan.

“Sejak dulu rumah sakit ini dikenal kuat di layanan ibu dan bayi. Ke depan akan kita perkuat lagi, ditambah layanan spesialisasi lainnya,” pungkas Adhy. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemprov Jatim rs pura raharja RS Umum Tipe C Gubernur Jawa Timur Sekdaprov Jatim