KETIK, SURABAYA – Rukun Warga (RW) 3 Pedukuhan Banjarmelati, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, menggelar peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan konsep yang memadukan kearifan lokal dengan sentuhan modern.
Acara yang berlangsung di area tanah fasum SDN Jeruk 2 ini melibatkan seluruh warga, dengan persiapan intensif selama dua bulan.
Aleksandro Rafel selaku wakil pelaksana acara menjelaskan keunikan perayaan kemerdekaan kali ini terletak pada penggabungan unsur tradisional dengan elemen modern.
"Kami menanamkan setiap konsep ke arifan lokal dengan dekorasi modern penampilan musik band atau akustik," ujar Aleksandro saat diwawancarai.
Foto Aleksandro Rafel selaku wakil pelaksana acara saat diwawancara wartawan ketik.com di sela - sela acara. (30/08/2025) (Foto: Ali Azhar D/Ketik.com)
Ketua Karang Taruna RW 3 Pedukuhan Banjarmelati, Afygo Hanif Alfyandi menambahkan, bahwa perbedaan mencolok dari perayaan tahun ini terletak pada aspek konseptual dan teknis pelaksanaan.
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan memberikan nuansa berbeda dibandingkan perayaan kemerdekaan di kelurahan lain.
Persiapan acara kemerdekaan ini tidak dilakukan secara instan. Panitia yang terdiri dari anak-anak muda anggota Karang Taruna melakukan koordinasi rutin dengan mengadakan pertemuan setiap minggu.
Foto Ketua Karang Taruna RW 3 Pedukuhan Banjarmelati, Afygo Hanif Alfyandi saat diwawancara oleh wartawan ketik.com di sela - sela acara. (30/08/2025) (Foto: Ali Azhar D/Ketik.com)
"Mengadakan pertemuan setiap minggu dan selalu berkomunikasi dan membuat konten," terang Aleksandro mengenai pola persiapan yang dilakukan panitia.
Pemilihan tema dan konsep acara disesuaikan dengan kreativitas anggota panitia yang berkembang setiap tahunnya.
"Karena sesuai dengan kreatifitas dari teman-teman setiap tahunya," jelasnya ketika ditanya mengenai dasar pemilihan tema perayaan.
Lokasi utama penyelenggaraan upacara dan berbagai perlombaan dipusatkan di area tanah vasum SDN Jeruk 2. Lokasi strategis ini dipilih untuk memudahkan akses warga dan memberikan ruang yang memadai bagi seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.
Antusiasme warga terhadap perayaan kemerdekaan tahun ini cukup tinggi. Hanif Figo mengungkapkan harapannya agar acara peringatan kemerdekaan ke depan dapat semakin berkembang dan meriah.
"Harapan tentu nya acara semakin besar apalagi ini dimomen penuh perjuangan, apalagi ada beberapa elemen warga dan pengurus antusias ikut memeriahkan acara tersebut," katanya.
Dari sisi dampak positif, perayaan kemerdekaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Aleksandro menyatakan bahwa tujuan utama penyelenggaraan acara adalah untuk "membangun spirit pemuda pemudi bangsa Indonesia."
Rangkaian acara peringatan HUT RI ke-80 di RW 3 Pedukuhan Banjarmelati ini menunjukkan komitmen masyarakat lokal dalam melestarikan nilai-nilai kemerdekaan melalui pendekatan yang inovatif.
Perpaduan antara kearifan lokal dan modernitas dalam konsep acara mencerminkan semangat generasi muda dalam menginterpretasikan makna kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.
Keterlibatan aktif warga dan pengurus dalam memeriahkan acara peringatan kemerdekaan ini juga mendemonstrasikan solidaritas masyarakat dalam memperingati momen bersejarah bangsa.
Dengan persiapan yang matang selama dua bulan dan koordinasi yang intensif, perayaan kemerdekaan di RW 3 Pedukuhan Banjarmelati berhasil menciptakan momentum yang bermakna bagi pembangunan karakter dan nasionalisme di tingkat grassroot. (*)