KETIK, JOMBANG – Olahraga padel mulai menancapkan pijakan di Kabupaten Jombang. Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jombang 2026, organisasi cabang olahraga ini resmi terbentuk dan langsung menyiapkan langkah pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Dalam forum tersebut, Novadonna Bilytha Puspythasari terpilih sebagai Ketua PBPI Jombang. Pembentukan kepengurusan ini menjadi titik awal bagi pengembangan olahraga padel di daerah sekaligus membuka jalan agar cabang olahraga tersebut dapat bergabung sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jombang.
Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menyebut Muskab PBPI menjadi tahapan penting dalam proses administrasi dan pembinaan olahraga padel di daerah.
Menurutnya, setiap cabang olahraga yang ingin menjadi anggota KONI harus memiliki kepengurusan resmi serta menjalankan kegiatan pembinaan yang berkelanjutan.
Musyawarah Kabupaten PBPI Jombang menetapkan Novadonna Bilytha Puspythasari sebagai ketua pertama organisasi padel di Jombang. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.con)
“Musyawarah kabupaten ini merupakan langkah awal. Setelah kepengurusan terbentuk dan administrasi organisasi lengkap, padel dapat mengajukan diri menjadi anggota KONI Jombang,” kata Sumarsono, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, setiap cabang olahraga juga diwajibkan menggelar minimal satu kejuaraan tingkat kabupaten setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan atlet.
Jika telah menjadi anggota resmi KONI, kata dia, cabang olahraga tersebut berhak memperoleh dukungan pembinaan dari pemerintah daerah melalui anggaran olahraga.
“Harapannya kehadiran padel bisa ikut menyumbang prestasi bagi Jombang. Saat ini posisi prestasi olahraga Jombang masih berada di peringkat 13 di Jawa Timur,” ujarnya.
Sumarsono juga mengingatkan bahwa pembinaan atlet harus segera dimulai karena batas usia atlet padel dalam ajang Porprov maksimal 23 tahun.
“Proses pembinaan harus dipercepat agar pada Porprov Jatim 2027 atlet padel Jombang sudah siap bersaing,” katanya.
Dukungan terhadap pembentukan PBPI Jombang juga datang dari komunitas padel yang mulai berkembang di daerah tersebut.
Perwakilan Marcella Padel Club, Andre, mengatakan keberadaan organisasi resmi sangat dibutuhkan untuk menaungi komunitas sekaligus mencetak atlet daerah.
“Dengan adanya PBPI Jombang, kami berharap olahraga padel tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga melahirkan atlet yang mampu berprestasi,” ujarnya.
Andre juga berharap kepengurusan PBPI mampu merangkul seluruh klub padel yang ada di Jombang.
“Setiap komunitas tentu memiliki harapan yang berbeda, sehingga kepemimpinan yang inklusif sangat dibutuhkan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Steven dari komunitas Padel Toon. Ia menilai langkah Jombang membentuk organisasi padel sebagai langkah progresif.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat luas.
“Banyak yang mengira padel itu olahraga mahal. Padahal tidak selalu begitu, karena banyak pemain yang menggunakan peralatan sederhana,” ujarnya.
Ia berharap PBPI Jombang dapat rutin menggelar turnamen untuk memperluas popularitas olahraga tersebut.
“Minimal ada satu sampai tiga event setiap tahun agar masyarakat semakin mengenal padel,” katanya.
Ketua PBPI Jombang terpilih, Mbak Della sapaan akrab Novadonna Bilytha Puspythasari, menyebut kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah untuk membangun ekosistem padel di Jombang.
Ia melihat perkembangan komunitas padel di daerah tersebut cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Antusiasme masyarakat terhadap padel cukup tinggi. Ini menjadi peluang untuk mengembangkan padel bukan hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan atlet,” ujar perempuan yang juga Wakil Ketua DPRD Jombang tersebut.
Ke depan, PBPI Jombang akan memprioritaskan pembinaan atlet muda serta memperkuat struktur organisasi agar lebih profesional.
Selain itu, organisasi ini juga berencana memperkenalkan olahraga padel ke sekolah-sekolah guna menjaring atlet potensial berusia 14 hingga 23 tahun.
“Kami ingin membuka kesempatan bagi anak-anak muda Jombang yang memiliki bakat di olahraga ini,” kata Mbak Della.
Program lainnya yang akan dijalankan meliputi pelatihan atlet, peningkatan kapasitas pengurus, kerja sama dengan pelatih nasional maupun internasional, serta penyelenggaraan turnamen padel secara berkala.
Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PBPI Jombang.
Ia menilai perkembangan olahraga padel di Indonesia semakin pesat karena telah dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga besar.
“Padel sudah masuk dalam PON dan juga pernah dipertandingkan di SEA Games. Karena itu daerah perlu mulai menyiapkan atlet sejak sekarang,” ujarnya.
Rudie juga memastikan PBPI Jawa Timur siap mendukung proses administrasi maupun pengembangan organisasi PBPI Jombang.
“Setelah berita acara Muskab dikirimkan, pengurus provinsi akan memproses penerbitan SK kepengurusan agar padel Jombang segera bisa bergabung dengan KONI,” katanya.
Ia menegaskan bahwa meskipun Jombang baru memulai pengembangan padel, hal tersebut tidak berarti tertinggal dari daerah lain.
“Yang datang belakangan bukan berarti kalah. Yang penting kita mulai bergerak dan membangun dari sekarang,” pungkasnya. (*)
