Selaraskan IPTEK dan IMTAQ, Emil Dardak Ajak Generasi Muda Bijak Memanfaatkan Ilmu

13 Maret 2026 20:04 13 Mar 2026 20:04

Thumbnail Selaraskan IPTEK dan IMTAQ, Emil Dardak Ajak Generasi Muda Bijak Memanfaatkan Ilmu

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak B Bus M Sc Ph D menyampaikan kajian dalam Simposium Ramadan yang digelar di Masjid Manarul Ilmi ITS. (Foto: its.ac.id)

KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) harus berjalan selaras dengan nilai keimanan dan ketakwaan (IMTAQ).

Menurutnya, kemajuan teknologi tidak hanya mengejar capaian ilmiah, tetapi juga harus mampu memuliakan kehidupan manusia.

“Ilmu pengetahuan seharusnya hadir untuk memuliakan manusia, bukan justru menimbulkan kerusakan,” tegas Emil.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan sains tidak dapat dilepaskan dari pertimbangan nilai sosial dan kemanusiaan.

Dalam berbagai eksperimen maupun pengembangan teknologi, manusia perlu memperhatikan dampak terhadap lingkungan serta ekosistem sosial di sekitarnya.

“Kita tidak bisa hanya berpegang pada pendekatan ilmiah semata tanpa memperhatikan empati terhadap manusia dan perubahan ekosistem,” ujarnya.

Emil juga menyoroti pentingnya kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan berorganisasi sebagai kekuatan utama dalam membangun peradaban.

Karena itu, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan secara bijak dengan tetap menjunjung tinggi nilai moral serta tanggung jawab sosial.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Simposium Ramadan yang digelar oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui program Ramadan di Kampus (RDK). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Manarul Ilmi ITS itu diikuti oleh sivitas akademika serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, Emil juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat nasionalisme di tengah berbagai perbedaan pandangan di masyarakat.

Menurut mantan Bupati Trenggalek itu juga menyampaikan persatuan bangsa Indonesia lahir dari kesamaan nilai yang mampu mempersatukan masyarakatnya.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi kita harus mampu menghormatinya sehingga persatuan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Info Kampus Info PTN ITS PTN Surabaya Kampus Perjuangan surabaya Ramadan 2026