KETIK, TUBAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paseyan Jatirogo, Kabupaten Tuban, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Di bawah naungan Yayasan Kampung Pitulikur Peduli Bangsa, dapur ini berhasil membuktikan kapabilitasnya dengan menyajikan menu daging sapi untuk ribuan penerima manfaat.
Langkah ini sekaligus merespons langsung arahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang sebelumnya melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa jika 19.000 dapur beroperasi, maka akan ada potensi pemotongan 19.000 ekor sapi dalam satu hari jika menu serentak menggunakan daging.
Diketahui, pada Kamis pagi, 12 Februari 2026, SPPG Paseyan Jatirogo, yang berlokasi di Jalan Raya Sale - Jatirogo, Kecamatan Jatirogo, Tuban, mengolah 1 ekor sapi segar menjadi menu rawon. Uniknya, satu ekor sapi mampu memenuhi kebutuhan gizi bagi 3.200 penerima manfaat progam MBG di wilayah Kecamatan Jatirogo.
Menu basah distribusi kebutuhan progam MBG SPPG Paseyan Jatirogo Tuban (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)
Kepala SPPG Paseyan Jatirogo, Aris Bachtiar Aziz, mengkonfirmasi bahwa manajemen telah menghitung secara presisi kebutuhan daging. Dengan standar gizi 40-50 gram daging per porsi, 1 ekor sapi dinilai cukup untuk porsi menu makan Rawon, Nasi putih, irisan buah semangka.
"Sesuai arahan dan meeting dengan pengawas gizi, hari Kamis ini menu kami adalah Rawon. Untuk daging segar, Mbah Yai (pemilik yayasan) memotong 1 ekor sapi yang disuplai dari peternak sapi lokal," jelas Aris Bachtiar Aziz.
Aris menambahkan bahwa jika menggunakan takaran 40-50 gram daging per porsi, 1 ekor sapi bisa menghasilkan sekitar 2.500 hingga 3.000 porsi lebih dalam sekali masak.
"Jadi, 1 ekor sapi dapat memenuhi kebutuhan 3.200 penerima manfaat. Ini membuktikan bahwa target yang disampaikan Kaban Gizi Nasional dapat direalisasikan di tingkat operasional dapur SPPG," pungkasnya.
Penyajian menu daging sapi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan asupan protein hewani berkualitas kepada siswa dan penerima manfaat lainnya guna menurunkan angka stunting dan meningkatkan gizi anak sekolah, sejalan dengan visi misi pemerintah.
Ketua Yayasan Kampung Pitulikur Peduli Bangsa, KH. Cholidin Qosim menyampaikan bahwa, alasan sederhana memotong 1 ekor sapi untuk mendukung penuh program Nasional dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah.
"Harapannya SPPG Paseyan dapat terus meningkatan serta mengupayakan kualitas menu makan yang dibagikan kepada penerima manfaat," jelasnya.
Alasan lainnya, tambah KH Cholidin dalam kalender Islam masuk bulan Sya'ban dan bulan ini menjadi waktu yang dianjurkan banyak bersedekah karena merupakan bulan diangkatnya catatan amal manusia atau tutup buku tahunan," tutupnya. (*)
