KETIK, TUBAN – Arus lalu lintas di jalan penghubung Kecamatan Singgahan dan Montong, Kabupaten Tuban, ditutup sementara selama 1 x 24 jam. Penutupan ini dilakukan sehubungan dengan adanya kegiatan pembongkaran Jembatan Jomblang yang terletak di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan.
Penutupan total berlaku bagi pengguna jalan dari arah pertigaan Jojogan, Singgahan, menuju Kecamatan Montong dan sebaliknya.
Meskipun ditutup total, pengguna jalan, khususnya kendaraan kecil roda empat dan sepeda motor, telah disiapkan jalur alternatif. Jalur tersebut dimulai dari depan Kantor Kecamatan Singgahan, melewati gang pasar ke utara, menuju Pertigaan Kemantren (KRPH Mulyoagung). Jalur alternatif ini juga berlaku dari arah sebaliknya, Montong menuju Singgahan.
Kepastian penutupan sementara ini disampaikan oleh pelaksana pengerjaan pembongkaran jembatan, CV Berkah Sentra Mahkota, yang berasal dari Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
"Besok Rabu siang dibongkar, diganti box culvert," terang Jatmiko dari CV Berkah Sentra Mahkota, Selasa, 11 November 2025
Jatmiko menjelaskan bahwa box culvert merupakan struktur beton bertulang cetak berbentuk segi empat yang dilengkapi dengan spigot dan socket, dirancang kedap air dan kuat terhadap pergeseran tanah.
Sebelumnya, pihak pelaksana telah berkoordinasi dengan Polres Tuban, yang mencakup Polsek Singgahan, Polsek Montong, dan Polsek Merakurak, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Singgahan.
Jatmiko menambahkan bahwa rencana awal pembongkaran akan dimulai sejak pagi hari. Namun, karena berbarengan dengan apel Hari Jadi Tuban, dan sejumlah anggota Forkopimcam yang bertugas di wilayah Tuban Selatan akan menuju kota melewati Jembatan Jomblang, waktu pembongkaran diundur.
“Akhirnya kami undur sekira pukul 09.00 WIB mulai dibongkar dan ditutup," tambahnya.
Pelaksanaan pembongkaran dan pergantian box culvert ini ditargetkan selesai dalam waktu 1 x 24 jam dan sudah bisa dilewati kembali.
"Target pergantian jembatan serta pengalihan arus lalu lintas hanya 1 x 24 jam. Setelah itu, akan kembali normal dan bisa dilewati," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyoagung, Muhail, mengimbau kepada pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat atau kendaraan berat, untuk berhati-hati saat melintasi jalur alternatif.
"Karena jalannya sempit dan menanjak, bagi kendaraan berat atau besar harus lebih berhati-hati bila lewat Gang Kemantren atau lewat jalur alternatif lain," jelas Muhail.
Muhail mengakui bahwa dalam pelaksanaan pengalihan arus lalu lintas akibat pembongkaran Jembatan Jomblang, pihaknya melibatkan petugas Linmas untuk membantu menjaga dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di jalur alternatif tersebut.(*)
