KETIK, SURABAYA – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan perundungan di lingkungan sekolah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) yang berlangsung pada Februari hingga April 2026.
Program tersebut menyasar lebih dari seribu sekolah tingkat SD hingga SMP di Surabaya. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.
Dekan Fakultas Psikologi Unesa, Diana Rahmasari, mengatakan bahwa keterlibatan pihak kampus menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendukung perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, pendekatan psikologis diperlukan agar siswa tidak hanya mengetahui apa itu perundungan, tetapi juga memahami dampaknya serta mampu bersikap ketika menghadapi situasi tersebut.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Unesa memberikan materi mengenai literasi perlindungan anak, jenis-jenis kekerasan, hingga cara mencegah dan melaporkan kasus yang terjadi di sekolah. Metode penyampaian dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para pelajar.
Salah satu kegiatan program DASH digelar di SMP Negeri 56 Surabaya dan SMP Negeri 4 Surabaya. Setiap kegiatan diikuti sekitar 100 hingga 150 siswa yang terlibat dalam sesi diskusi, pemaparan materi, hingga simulasi sederhana terkait perilaku sosial yang sehat.
Selain menyasar siswa, program ini juga diharapkan mampu memperkuat peran guru dan lingkungan sekolah dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih baik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya kenakalan remaja dan bullying.
Ia menyebut kegiatan tersebut dilaksanakan di 1.213 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya, baik sekolah negeri maupun swasta.
Para siswa yang mengikuti kegiatan juga dibekali pemahaman mengenai perilaku positif, empati terhadap sesama, serta pentingnya membangun hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam menjalankan program ini, Pemkot Surabaya turut menggandeng sejumlah pihak lain, di antaranya Kementerian Agama Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, serta beberapa organisasi nonpemerintah.
Melalui program DASH, pemerintah kota berharap semakin banyak siswa yang memiliki kesadaran untuk menolak kekerasan dan berani melaporkan jika menemukan tindakan perundungan. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Surabaya dalam memperkuat perlindungan anak serta mendukung terwujudnya Kota Layak Anak. (*)
