KETIK, MALANG – Harlah Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat akhir pekan ini dimeriahkan dengan kehadiran para pedagang yang membuka lapak di sekitar lokasi perlehatan, Stadion Gajayana Kota Malang.
Sejumlah pedagang makanan, minuman, hingga pakaian tampak bersiap menjajakan dagangannya sejak Sabtu, 7 Februari 2026 siang sampai Minggu, 8 Februari 2026 siang.
Tak semua pedagang yang membuka lapak tersebut berasal dari Malang dan sekitarnya. Ada juga yang berasal dari luar kota.
Salah satu pedagang tersebut adalah Arif. Pria asal Jakarta ini menjajakan pakaian dan cenderamata bertema Harlah 1 Abad NU. Ia mengaku rela datang jauh-jauh ke Malang demi memanfaatkan momentum acara besar tersebut.
“Kami dari Jakarta, sengaja datang ke sini untuk berjualan baju tema Harlah 1 Abad NU,” ujar Arif.
Menurut Arif, jenis pakaian yang dijual cukup beragam, mulai dari jas, kaos, kemeja, rompi, hingga kopiah. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, dari Rp50 ribu hingga Rp500 ribu, dengan ukuran yang lengkap. Total, sekitar 500 potong pakaian dibawanya dari Jakarta ke Malang.
Sayangnya, menurut Arif, animo jemaah untuk membeli dagangannya tak terlalu bagus. Terlebih lagi, Mujahadah Kubro 1 Abad NU ini sempat diwarnai hujan deras.
“Karena kemarin malam hujan lebat, jemaah yang datang juga langsung masuk ke dalam Stadion Gajayana,” keluhnya.
Meski demikian, Arif tetap memilih bertahan hingga acara Harlah Mujahadah Kubro 1 Abad NU benar-benar selesai. Ia berharap masih ada kesempatan bagi jamaah untuk singgah dan berbelanja setelah rangkaian acara berakhir.
Di sisi lain, Arif mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi dalam mengikuti peringatan 1 Abad NU di Kota Malang. Menurutnya, hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Malang yang dipercaya sebagai lokasi puncak acara berskala nasional.
“Dengan adanya acara ini, tentunya kami bangga melihat antusias masyarakat yang berbondong-bondong mengikuti kegiatan. Harapannya ke depan event seperti ini bisa berlangsung lebih baik dan terjadwal setiap tahunnya,” pungkas Arif. (*)
