Sama-Sama Berusia Seabad, Stadion Gajayana Jadi Venue Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama

7 Februari 2026 16:03 7 Feb 2026 16:03

Thumbnail Sama-Sama Berusia Seabad, Stadion Gajayana Jadi Venue Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama

Bendera NU dan Merah Putih hiasi Stadion Gajayana. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat di Stadion Gajayana Kota Malang merupakan momen istimewa. Pasalnya, NU dan Stadion Gajayana sama-sama genap berusia seabad pada tahun ini. 

Stadion Gajayana dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1 April 1924 dan rampung pada 1926. Tahun penyelesaiannya bertepatan dengan berdirinya Nahdlatul Ulama, organisasi keagamaan yang didirikan KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926. 

Terletak di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Stadion Gajayana bukan sekadar fasilitas olahraga. Stadion ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa. Pada 1942, tempat ini menjadi lokasi penyerahan kekuasaan dari Belanda kepada Jepang. Stadion ini juga pernah difungsikan sebagai markas militer rakyat Malang saat Agresi Militer Belanda I, serta menjadi lokasi pidato Bung Tomo yang membakar semangat perlawanan rakyat.

Dalam bidang olahraga, Stadion Gajayana turut mencatatkan sejarah perkembangan sepak bola nasional. Stadion ini pernah menjadi kandang klub legendaris Persema Malang dan Arema Malang pada era awal berdirinya dan menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga penting di Jawa Timur.

Memasuki usia satu abad, Stadion Gajayana terus berbenah. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 sekaligus peringatan 100 tahun usianya, stadion ini menjalani sejumlah renovasi, mulai dari pembaruan lintasan lari, perbaikan tribun penonton, hingga pemasangan papan skor digital.

Pada 2026, Stadion Gajayana dipercaya menjadi lokasi utama pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Kegiatan ini diproyeksikan dihadiri hingga 200 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi warga NU, pelaksanaan mujahadah di stadion berusia seabad ini memiliki makna simbolik yang kuat. Selain sebagai ruang doa dan penguatan spiritual umat, peringatan ini juga dipandang sebagai momentum refleksi perjalanan NU dalam mengiringi sejarah bangsa sejak 1926 hingga kini, termasuk di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir bersama jajaran kementerian dan lembaga negara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mujahadah Kubro 1 Abad NU 1 abad nu stadion gajayana nahdlatul ulama