Pasar Murah Lowokwaru Ludes Diserbu, Warga Kecewa Antre Berjam-jam

9 Maret 2026 17:17 9 Mar 2026 17:17

Thumbnail Pasar Murah Lowokwaru Ludes Diserbu, Warga Kecewa Antre Berjam-jam

Antrean warga yang ingin membeli sembako di Pasar Murah Kecamatan Lowokwaru, Senin, 9 Maret 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pasar Murah yang digelar di Kantor Kecamatan Lowokwaru diserbu masyarakat pada Senin, 9 Maret 2026. Namun, membeludaknya warga justru memicu kekecewaan. 

Banyak dari mereka yang sudah mengantre lama terpaksa pulang dengan tangan hampa lantaran stok sembako habis.

Salah satu warga Kendalsari, Ayu, mengaku langsung menuju lokasi setelah mendapat informasi mengenai agenda tersebut. Sayangnya, perjuangannya tidak membuahkan hasil.

"Kehabisan. Katanya hanya 1.000 (paket). Kan saya infonya dari grup teman, langsung meluncur ke sini jauh-jauh. Sampai sini enggak ada,” ujarnya.

Tadi nganter anak sekolah yang jauh sana, langsung ke sini tapi enggak nutut namanya sepeda pancal. Sampai sini enggak ada," imbuhnya.

Ayu bahkan rela mengantre selama dua jam demi mendapatkan bahan pokok harga miring. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga sudah mulai memadati area sebelum pukul 09.00 WIB. Antrean yang mengular hingga ke badan jalan bahkan sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi melambat.

Ayu menilai pemerintah seharusnya menerapkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, misalnya dengan memprioritaskan warga kurang mampu agar tidak ada antrean panjang yang berakhir sia-sia.

"Seharusnya namanya Bapaknya masyarakat, kalau mau ngasih 1.000 dipilih setiap kampung orang enggak punya yang layak dikasih, yang memang enggak bisa beli beras. Harusnya seperti itu otaknya itu," geram Ayu.

Hal serupa juga dirasakan Rusmini yang harus mengantre selama 3 jam sejak pukul 08.00 WIB. Ia mengaku baru dapat diterima masuk untuk mengakses pasar murah pada sekitar pukul 10.00 WIB.

"Pasar murahnya baru dibuka pukul 09.00 WIB. Saya lama antre karena banyak yang menyerobot padahal baru datang. Kasihan yang tua-tua itu," katanya.

Kesabaran warga dalam mengantre bukan tanpa alasan. Memasuki momen Ramadan 2026, harga kebutuhan pokok di pasar mulai merangkak naik dan memberatkan kantong masyarakat menengah ke bawah. Paket sembako di pasar murah ini dianggap sangat membantu meringankan beban pengeluaran mingguan.

"Mikir buat zakat ini gimana. Di sini beras, minyak jadi satu Rp50.000. Kan kalau di toko kan enggak mungkin segitu harganya. Terus minyak 2 kilo, gula 1 kilo. Setiap hari budgetnya cuma dikasih Rp150.000 satu minggunya. Makanya dengar ini langsung lari ke sini," tutupnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pasar Murah Kota Malang Kecamatan Lowokwaru Warga kecewa