Mahasiswa UB Ciptakan BUDDY, Deteksi Dini Kanker Payudara Berbasis AI dan Kamera Termal

7 Maret 2026 19:49 7 Mar 2026 19:49

Thumbnail Mahasiswa UB Ciptakan BUDDY, Deteksi Dini Kanker Payudara Berbasis AI dan Kamera Termal

Dastino Putra Rendy Lovind bersama BUDDY, Deteksi Dini Kanker Payudara Berbasis AI dan Kamera Termal. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sukses mengembangkan inovasi mutakhir untuk mendeteksi dini kanker payudara secara praktis. Perangkat yang diberi nama BUDDY (Breast Urgency Detection Device with Thermography) ini lahir dari tangan kreatif tim lintas jurusan.

Tim ini terdiri Dastino Putra Rendy Lovind dan Anggie Fadillah Dwiva (Teknik Bioproses/FTP), serta Livy Noer Azizah dan Rifda Alfia Safina (Ilmu dan Teknologi Pangan/FTP). 

Dastino menjelaskan BUDDY dapat dijalankan melalui aplikasi di ponsel. Hasil dari deteksi pun cenderung cepat sehingga mempermudah perempuan dalam melakukan deteksi dini. 

"Ide yang kami usung bernama BUDDY, merupakan sistem deteksi dini kanker payudara yang mengutilisasi kamera termal. Sistem ini dapat dijalankan melalui aplikasi di ponsel, dan dapat memberikan hasil secara cepat dalam 5-10 detik,” jelas Dastino, Sabtu, 7 Maret 2026.

Inovasi tersebut lahir dari keresahan tim terhadap kasus kanker payudara yang merupakan salah satu kanker prevalen. Deteksi SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan payudara klinis) sering membuat tidak nyaman dan juga kesadaran rendah dalam memeriksa mandiri. 

BUDDY dinilai menjadi alternatif mudah yang dapat dipilih oleh masyarakat dan dilakukan secara mandiri di rumah. 

Dalam cara kerjanya, pengguna diminta mengisi survei, kemudian akan difoto menggunakan kamera termal dengan jarak 60 cm secara horizontal dari payudara. Data tersebut akan dikirim ke sistem BUDDY melalui server hosting. 

Memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) yang dilatih dengan ribuan foto sampel dari DMR, anotasi roboflow, dan AI YOLO v8. Aplikasi tersebut akan menunjukan hasilnya. Deteksi yang dilakukan melingkupi lokasi, ukuran, dan jenis stadium kanker payudara.

“Secara garis besar, aplikasi ini dibagi menjadi dua bagian yakni mata untuk melihat ide adalah kamera termal, lalu otaknya adalah perangkat lunak. Aplikasi ini juga disertai AI yang telah dilatih,” tambahnya.

Keandalan BUDDY telah teruji di kancah global. Tim ini berhasil meraih Juara Kedua dalam ajang International Student Competition 2026 yang diselenggarakan oleh CEM UPM, Malaysia.

Guna melindungi kekayaan intelektualnya, BUDDY telah resmi terdaftar dengan nomor Hak Paten EC00202467457 sejak tanggal permohonan 18 Juli 2024. (*)

Tombol Google News

Tags:

Inovasi mahasiswa UB Universitas Brawijaya Kanker Payudara BUDDY kanker