KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan perempesan 119 pohon berukuran besar dan kecil. Perempesan tersebut salah satunya untuk menyiapkan program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
NUFReP merupakan program untuk menangani banjir dengan menggunakan dana pinjaman dari Bank Dunia. Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan bahwa perempesan pohon dilakukan di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya dari Polresta Malang Kota hingga Hotel Savana.
"Untuk pemangkasan pohon yang di depan Mako Polresta sampai rencananya sampai mendekati Hotel Savana. Rencananya kegiatan berlangsung 12 hari, sudah berjalan empat hari," ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Dari 119 pohon, 59 di antaranya pohon berukuran besar dengan usia di atas 40 tahun. Raymond menjelaskan kondisi pohon tersebut sudah banyak yang lapuk.
"Selain memang kondisi pohon yang di atas itu sudah banyak yang lapuk, yang kedua juga persiapan program NUFReP itu, yang mau dibangun drainase," katanya.
Berdasarkan saran dari salah satu pakar penanganan perempesan pohon dilakukan dengan uptoping, pemangkasan pendek. Penanganan tersebut diharapkan tidak membahayakan maupun membuat pohon mati.
"Jadi pemangkasan pendek karena nanti memungkinkan drainase yang dipasang nanti mengenai akar-akar pohon tersebut. Pohon tidak membahayakan ataupun tidak mati karena memang berkurang ketinggian dan beban pohon tersebut," katanya.
Uptoping dilakukan kepada seluruh pohon yang berada di kawasan tersebut. Khususnya terhadap pohon-pohon yang dalam kondisi mendesak dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
"Makanya sepanjang itu kita lakukan uptoping semuanya. Tetapi ya memang kondisi berat, seperti kemarin satu pohon itu dua hari nggak selesai. Besarnya pohonnha, terutama di Mako Polresta hari kedua setelah kita lakukan ternyata dari perhitungan masih kurang," jelasnya.
Ia menekankan bahwa perempesan pohon berukuran besar dilakukan pada malam hari. Hal tersebut dilakukan guna menghindari potensi kemacetan di sepanjang jalan.
"Jadi nanti kita masih tetap berjalan dulu sambil melakukan beberapa permintaan untuk pohon-pohon yang besar-besar banget. Kita lakukan malam hari karena kalau siang 15 menit saja sudah macet sampai 3-4 kilo," tutupnya. (*)
