KETIK, TEGAL – Oro Padel, arena olahraga padel pertama di Jalan Layur Kota Tegal resmi dibuka pada, Selasa, 10 Februari 2026.
Usaha mandiri tanpa sistem franchise ini menawarkan tarif sewa lapangan sebesar 180 ribu rupiah per jam dan siap menjadi pusat rekreasi serta kesehatan bagi masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara.
Pemiliknya, Benedict Nathaniel, menyatakan bahwa arena ini didirikan untuk menjayakan Kota Tegal dan meningkatkan kesehatan penduduk melalui aktivitas bermain padel.
"Semoga apa yang kami tawarkan bisa membantu masyarakat hidup sehat dan berkontribusi pada perkembangan kota," ujarnya.
Sebagai usaha pertama di bidang olahraga bagi Benedict, Oro Padel tidak memiliki cabang manapun. Nama "Oro" diambil dari bahasa Spanyol dan Portugis yang berarti "emas", yang diwujudkan melalui desain dan pilihan warna arena dengan menerapkan teori warna yang terkait nuansa emas.
Tanpa persyaratan khusus, lapangan terbuka untuk semua kalangan, baik pemula yang pernah bermain badminton, tenis, atau sepak bola, maupun pemain berpengalaman.
Masyarakat Kota Tegal tidak perlu lagi pergi ke kota lain seperti Semarang untuk mencoba olahraga yang sedang populer ini.
Oro Padel juga dilengkapi dengan pelatih bersertifikat dari Asosiasi Padel MBA Amerika Serikat. Pelatih tersebut merupakan salah satu profesional berkwalifikasi yang telah mengikuti program pelatihan khusus yang digelar di Indonesia.
Lokasi yang awalnya merupakan kawasan perumahan akan terus dikembangkan. Bulan depan, setelah Lebaran, akan di bangun cafe, sehingga menjadi kompleks rekreasi yang lengkap bukan hanya berfokus pada olahraga.
Benedict, yang merupakan anak asli Kota Tegal, menjelaskan alasan memilih bisnis ini.
"Padel masih baru dan saya ingin membawa hal baru ke kota kelahiran saya, sehingga tidak perlu mencari usaha di luar Kota Tegal," jelasnya.
Harapannya, Oro Padel dapat membangun komunitas yang ramah dan nyaman bagi semua orang, sekaligus menjadi aktivitas baru yang bermanfaat bagi perkembangan Kota Tegal.(*)
