Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Bergerak Tegal, 2.426 Jiwa Mengungsi

6 Februari 2026 17:01 6 Feb 2026 17:01

Thumbnail Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Bergerak Tegal, 2.426 Jiwa Mengungsi

Wapres Gibran Rakabuming tinjau lokasi tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat, 6 Februari 2026, (Foto: Suherman/ Ketik)

KETIK, TEGAL – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi terdampak tanah bergerak dan kondisi pengungsi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 6 Februari 2026.

Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan jiwa warga di atas segala hal, sekaligus meminta agar warga tidak memaksakan diri kembali ke rumah karena kondisi tanah yang masih labil.

"Saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana," ujar Wapres di Posko Pengungsi Majelis Az Zikir Wa Rotibain.

Sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 250 di antaranya rusak berat. Saat ini, sebanyak 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama.

Wapres juga memberikan jaminan untuk proses penggantian dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK) secara cepat.

"Sertifikat atau akta yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak Ibu tidak perlu risau," tegasnya.

Selain itu, ia menitipkan penanganan kelompok rentan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.

Kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta kaum difabel harus terpenuhi dengan layak, termasuk ketersediaan tim medis dan obat-obatan selama 24 jam.

Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan hunian baru untuk warga yang akan direlokasi secara gratis.

"Panjenengan-panjenengan sudah disiapkan rumah yang nanti ditempati oleh Bapak-Ibu sekalian dan sudah kita siapkan tempat berikut rumahnya gratis, tidak usah bayar," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ischak melaporkan bahwa rencana relokasi akan dilakukan ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman.

"Kami sudah siapkan langkah relokasi ke lahan Perhutani di bagian bawah. Kami mohon dukungan izin dan bantuan pembangunan hunian sementara (Huntara) dari pemerintah pusat," katanya.

Salah satu pengungsi, Nur Halimah (35), menceritakan momen mencekam saat rumahnya hancur pada Selasa malam lalu.

"Jam sembilan malam saya keluar, tembok sudah hancur semua. Tanah sudah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa," ungkapnya yang kini tinggal di tenda bersama anaknya yang berusia lima tahun

Nur berharap segera mendapatkan tempat tinggal layak di lokasi yang jauh dari perbukitan.

Di sela-sela kunjungan, Wapres menyaksikan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang dilakukan oleh polwan Polres Tegal. Salah seorang peserta, Ahmad Ubaidillah (siswa kelas V SD Padasari 01), mengaku sudah tiga hari mengungsi karena rumahnya mengalami pergeseran meskipun tidak roboh.

"Sudah sekitar tiga hari saya tinggal di pengungsian. Rumahnya tidak hancur, cuma miring ke atas," ujarnya. Meski tegar, Ahmad merasa sedih dan berharap keluarga selalu sehat.

Wapres memberi semangat kepada para pengungsi agar tetap kuat dan sabar. Pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi serta penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat, agar warga bisa kembali hidup aman dan nyaman. Kunjungan ditutup dengan peninjauan dapur umum dan posko kesehatan di lokasi pengungsian. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wapres Gibran Bencana Tanah Bergerak Kabupaten Tegal Pengungsi Bencana Relokasi Warga Jawa Tengah keselamatan warga Pemerintah Peduli Tanah Bergerak Tegal Bencana Alam Indonesia