KETIK, BREBES – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jateng dari PDIP, Sarei Abdul Rosyid, kembali turun ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan II guna menjaring aspirasi sekaligus memaparkan capaian kinerja pembangunan di dapilnya.
Dalam pertemuan di Kantor Balaidesa Songgom Kidul Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes tersebut, Sarei menekankan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat. Salah satunya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang saat ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.
Sarei menjelaskan bahwa program RTLH merupakan salah satu aspirasi prioritas yang telah direalisasikan. Namun, ia memberikan catatan penting mengenai ketatnya proses seleksi penerima bantuan.
"Banyak aspirasi yang masuk, namun perlu dipahami bahwa setiap pengajuan harus melalui proses verifikasi lapangan yang ketat. Ada beberapa pengaju yang memang tidak lolos karena tidak memenuhi kriteria teknis yang ditetapkan," ujar Sarei, Selasa 10 Februari 2026 usai Reses.
Guna menghindari kesalahpahaman, dalam kesempatan tersebut Sarei juga mensosialisasikan mekanisme dan syarat menjadi penerima program RTLH, mulai dari status kepemilikan tanah hingga kondisi fisik bangunan yang memenuhi syarat untuk dibantu.
Kabar menggembirakan juga disampaikan bagi warga di kecamatan Songgom, Sarei mengungkapkan bahwa untuk tahun 2025 kecamatan tersebut mendapatkan alokasi anggaran pembangunan yang paling besar hingga 4 milyar dibandingkan kecamatan lainnya untuk digunakan berbagai sektor pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat hasil serapan aspirasi sebelumnya.
Meski tahun itu mendapatkan alokasi besar, Sarei mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi tantangan di tahun mendatang. Ia menjelaskan adanya kemungkinan pengurangan anggaran akibat kebijakan efisiensi di tingkat provinsi.
"Kita harus realistis bahwa kemungkinan tahun depan ada efisiensi anggaran. Namun, saya pastikan skala prioritas akan tetap kita kawal agar program yang menyentuh masyarakat kecil tidak terhenti," tegasnya.
Menutup kegiatan reses, Sarei Abdul Rosyid menyambut baik berbagai harapan dan usulan baru yang disampaikan warga, mulai dari perbaikan jalan dan jembatan desa hingga sarana pendidikan. Ia berjanji akan membawa usulan tersebut ke meja parlemen.
"Semua aspirasi saya tampung dan akan diperjuangkan semaksimal mungkin. Namun, saya ingatkan kembali bahwa semua proses harus tetap berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," pungkasnya.(*)
