KETIK, MALANG – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyatakan optimisme terhadap tingkat hunian (okupansi) hotel yang dinilai tetap stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tahun lalu okupansi rendah, tahun ini optimis stabil untuk kamar di awal bulan puasa ini masih kisaran 40 hingga 60 persen," ungkap Agoes Basoeki, Jumat, 20 Februari 2026.
Meski periode puasa biasanya dibarengi dengan penurunan aktivitas perjalanan, sejumlah hotel di Kota Malang tetap mampu menjaga okupansi melalui berbagai strategi inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan tamu.
Saat ini, hotel-hotel di Kota Malang mulai gencar menawarkan paket berbuka puasa (iftar) dengan konsep yang beragam. Agoes menyebutkan bahwa strategi mengandalkan sektor kuliner menjadi kunci utama selama bulan Ramadan.
"Pendapatannya kita gantungkan pada iftar, peluang itu yang digarap oleh teman-teman hotel, sehingga masih tetap bisa mengimbangi target," jelasnya.
Tak hanya itu, promo kamar juga ditawarkan dengan harga yang lebih murah untuk menarik perhatian warga yang ingin staycation menikmati suasana Ramadan.
"Promo kamar gencar, harganya ada diskon, tambahan atau bundling, itu strateginya selama puasa, serta harga kamar kita turunkan," tutur Agoes Basoeki.
Ia menambahkan, dengan keterbatasan peraturan selama bulan Ramadan, hotel-hotel harus kreatif dalam menghadapi situasi seperti ini.
Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu menjaga performa pemasukan dan bisa membantu hotel memenuhi target yang telah ditetapkan sepanjang bulan puasa.(*)
