KETIK, MALANG – De Access Hotel & Culinary Training Center Malang merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan kerja di bidang hospitality dengan jaminan lulus bisa langsung bekerja.
De Access hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin cepat terjun ke dunia kerja melalui program pendidikan dan pelatihan di bidang hospitality.
Dengan program pelatihan berbasis teori dan praktik, serta kebutuhan hospitality, peseta didik tidak hanya akan dibekali keterampilan profesional, tetapi juga mendapatkan peluang kerja sebelum mereka lulus.
Komitmen inilah yang menjadikan De Access Malang sebagai salah satu pilihan pendidikan vokasi bagi calon tenaga kerja yang ingin siap memasuki dunia kerja dalam waktu singkat.
De Access pertama kali berdiri di Kota Solo pada 2016, kemudian membuka cabang di Kota Malang pada 2023 dengan empat program unggulan. Program tersebut meliputi perhotelan yang mengajarkan front office, housekeeping, dan food and beverage product, serta program cruise ship atau kapal pesiar yang menjadi andalan.
Selain itu, terdapat program seni kuliner yang membekali siswa keterampilan mengolah makanan hingga pastry untuk terjun ke dunia kuliner. Terakhir, program bisnis administrasi yang berfokus pada back of house seperti administrasi, kesekretarisan, human resource, serta sales dan marketing.
De Access Malang sendiri terletak di Jalan Esberg No.1 B, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang. Lembaga pendidikan dan pelatihan kerja ini berdiri tepat di tengah Kota Malang untuk memberikan pengajaran dan persiapan memasuki industri pariwisata.
Lembaga pendidikan ini sendiri mengusung program 1 tahun belajar teori dan praktik yang mana di kampus hanya maksimal 5 bulan dan di bulan selanjutnya siswa akan mulai magang atau on the job training selama 6 bulan, serta 1 bulan akan digunakan untuk penempatan kerja atau job placement.
Dalam hal ini, De Access Malang memiliki komitmen untuk bisa mengantarkan siswa untuk bekerja sebelum lulus. Sehingga, lembaga pendidikan ini menyediakan tim career development center untuk membantu para siswa yang membutuhkan industri.
Principal atau kepala pimpinan di De Access Hotel & Culinary Training Center Malang, Anantha Kusuma Wardhana Kayadu, A.Md.Par mengungkapkan bahwa pada lembaga ini siswa akan diwisuda setelah mendapatkan industri untuk bekerja.
"Komitmennya di sini, kami akan menyalurkan siswa De Access kami untuk bekerja sebelum mereka lulus kuliah. Kita ada tim sendiri, yaitu tim career development center yang akan mencari apa yang dibutuhkan industri sekarang," ungkap Anantha.
"Vacancy-vacancy yang kosong untuk mereka bisa isi dari siswa kami di situ. Setelah nanti siswa De Access terserap di industri, baru akan diwisudakan. Jadi wisudanya itu setelah mereka bekerja di industri," imbuhnya.
De Access sendiri telah dibawahi langsung oleh Dinas Pendidikan dan juga Ketenagakerjaan. Selain itu, lembaga pendidikan ini juga terakreditasi A, sehingga tak perlu diragukan lagi kualitasnya.
Tak hanya itu, De Access juga telah bekerja sama dengan 120 hotel di seluruh Indonesia, salah satunya ada di Malaysia sebagai tempat magang para siswa.
Lembaga pendidikan ini juga mengikuti standar SKKNI yang nantinya setiap tahun akan ada review. Menurut Anantha, pengetahuan tentang hotel 10 tahun yang lalu dan sekarang itu sudah tidak sama. Sehingga, setiap tahun akan ada penyesuaian terhadap ilmu-ilmu yang terupdate.
"Kurikulum kita semua mengikuti standar dari SKKNI. Jadi semua setiap tahun akan kita review, hotel itu dinamis. Jadi knowledge tentang hotel 10 tahun yang lalu dan yang sekarang juga tidak sama, dan itu yang selalu kita perbarui kurikulum. Kita ada tim sendiri yang akan kerjasama dengan pusat," ucapnya.
Selama masa pembelajaran, nantinya siswa akan dilatih mulai dari interview sampai pendalaman skill. Sehingga, di bulan kelima atau keempat, siswa akan mulai melakukan on the job training atau magang di hotel bintang 4 dan 5.
Sudah ada sekitar 4000 alumni De Access yang lulus dan bekerja pada bidang perhotelan dan kapal pesiar. Para alumni juga tak hanya bekerja di dalam negeri, tapi juga banyak tersebar di luar negeri.
Anantha juga menyebut, salah satu alumni De Access Malang angkatan keempat dari program kuliner telah lolos interview dan akan diterima bekerja di kapal pesiar Royal Caribbean, dengan rencana keberangkatan sekitar Juni 2026.
"Ini baru kita dimulai angkatan keempat kemarin, baru lulus interview dan akan diterima di Royal Caribbean, berangkat sekitar bulan Juni untuk program kuliner," ujarnya.
Untuk fasilitas, De Access Malang menyediakan ruang praktik seperti resepsionis, bar dan restoran, serta di lantai dua terdapat ruang praktik housekeeping. Sementara di lantai tiga tersedia mini kitchen dan ruang kelas, dan seluruh ruangan telah dilengkapi AC.
Selain itu, pengajarnya juga menjadi keunggulan, karena dosen De Access Malang merupakan praktisi, dengan sekitar 70 persen di antaranya masih aktif bekerja di bidang hospitality.
Selama 3 tahun berdiri, tentunya De Access memiliki tantangan dalam memperkenalkan lembaga pendidikan persiapan kerja di bidang pariwisata.
Banyak masyarakat Malang yang belum mengetahui jika hotel, pariwisata, hingga kapal pesiar memiliki potensi yang besar di dunia kerja. Tak hanya itu, Anantha juga percaya bahwa jasa pelayanan ini tidak akan bisa digantikan oleh AI dalam dunia kerja.
"Kalau bisa dibilang Malang ini kan kota wisata. Tetapi banyak orang Malang sendiri belum sadar bahwa potensinya itu luar biasa. Jadi ketika kita memperkenalkan De Access ini adalah hotel dan kuliner, banyak siswa sendiri dan orang tua yang masih belum familiar dengan hotel. Jadi kita untuk memperkenalkan bahwa hotel dan pariwisata," cerita Anantha sebagai kepala pimpinan De Access Hotel & Culinary Training Center Malang.
"Apalagi kapal bersiar ini punya potensi yang sangat luas untuk mereka nanti bisa bekerja dan diserap industri. Apalagi saya percaya jasa ini tidak bisa digantikan dengan AI, tidak bisa digantikan dengan robot juga. Interaksi itu memang harus dari manusia, dari human itu yang paling penting," imbuhnya.
Dalam hal ini, tentunya De Access Malang berharap bahwa potensi besar tersebut bisa didukung oleh minat anak muda di Kota Malang dan sekitarnya untuk mereka siap bekerja di industri perhotelan, pariwisata, kuliner, dan kapal pesiar.
"Harapannya tentunya potensi yang sangat luar biasa ini juga didukung oleh minat potensi-potensi anak muda yang ada di Malang karena kita juga tidak membatasi usia, kita buka dari usia 19-27 tahun," tutur Anantha.
"Tentunya akan banyak sekali potensi-potensi yang ada yang kita bisa gali, kita bisa bekali dari rentan usia 19-27 untuk kita latih di sini untuk mereka bisa siap bekerja di industri, perhotelan, pariwisata, kuliner, dan kapal pesiar," imbuhnya.(*)
