KETIK, YOGYAKARTA – Ada nuansa emosional yang kental saat Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, SSos MSi MSc, berdiri di hadapan ratusan prajurit dan PNS Makorem 072/Pamungkas pada Senin, 6 April 2026.
Bagi Jenderal bintang satu ini, penugasannya sebagai Danrem 072/Pamungkas bukan sekadar perpindahan jabatan struktural, melainkan sebuah kepulangan ke tanah para leluhur dan almamater tercinta.
Dalam momen Jam Komandan perdananya di Lapangan Apel Makorem, Jalan Reksobayan, Brigjen TNI Yuniar membuka tabir kedekatan batinnya dengan Kota Gudeg.
Ia mengisahkan sosok sang kakek, seorang prajurit berpangkat Prajurit Dua yang turut bertaruh nyawa dalam peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949.
Koneksi mendalam itu kian terasa saat ia mengenang momen mengharukan ketika dirinya masih berpangkat Letnan Kolonel dan menjabat sebagai Danyon Armed 10 Roket.
Kala itu, ia bertindak langsung sebagai inspektur upacara pemakaman militer sang kakek yang pensiun dengan pangkat Pembantu Letnan Dua di TMP Kusuma Negara Semaki.
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menekankan pentingnya menjaga nama baik satuan saat memberikan arahan kepada jajaran Korem 072/Pamungkas. Ia menginstruksikan seluruh personel untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran dan senantiasa mendasari tugas dengan rasa syukur serta ibadah tepat waktu. (Foto: Penrem 072/Pmk for Ketik.com)
Tak hanya memiliki darah pejuang, Brigjen TNI Yuniar dikenal sebagai perwira dengan profil akademik yang sangat mumpuni.
Ia merupakan alumni Magister Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM) yang lulus dengan predikat cumlaude.
Jejak intelektual di Bulaksumur ini pun kini diteruskan oleh putrinya yang sedang menempuh studi di Fakultas Hukum UGM.
Latar belakang sebagai bagian dari keluarga besar UGM ini diprediksi akan memperkuat sinergi antara TNI dengan unsur akademisi di Yogyakarta.
Meski membawa sisi humanis yang hangat, lulusan Akmil 1997 dari kecabangan Artileri Medan ini tetap menunjukkan ketegasannya sebagai pemimpin.
Mantan Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad ini menekankan bahwa kehormatan satuan adalah harga mati.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menjaga nama baik dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran sekecil apa pun.
Menurutnya, profesionalisme prajurit harus berakar pada rasa syukur kepada Tuhan dan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah tepat waktu.
Brigjen TNI Yuniar menegaskan bahwa kehormatan diri, keluarga, dan satuan harus dijaga secara utuh sebagai bentuk pertanggungjawaban moral seorang prajurit.
Menutup arahannya, Danrem 072/Pamungkas berharap seluruh personel di bawah kepemimpinannya dapat menjadi teladan bagi masyarakat di wilayahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kasi Korem, para Pasi, Kabalakrem, serta anggota Balak jajaran Korem 072/Pamungkas yang menyambut hangat kehadiran pemimpin barunya. (*)
