KETIK, MALANG – Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar kegiatan Coaching Clinic dalam rangka persiapan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 6 April 2026, bertempat di Aula Abd. Rajab Unikama yang dihadiri langsung oleh Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan reviewer nasional PKM sebagai narasumber utama.
Sebelum pemaparan inti, Direktur DKA Unikama, Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd. menekankan dalam sambutannya bahwa kesuksesan di bidang kompetensi akademik seperti PKM tak datang secara instan.
"Kesuksesan itu memerlukan sebuah proses, belajar dari kegagalan, dan mencermati setiap proses refleksi untuk memperbaikinya menuju kesuksesan yang sesungguhnya," ujarnya di hadapan seluruh peserta coaching clinic.
Ia juga menyisipkan pengalaman pribadinya sebagai bentuk motivasi dalam mengajak mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dan terus mengasah kemampuan berpikir kreatif serta inovatif. Sambutan ini menjadi pembuka yang membangkitkan semangat para peserta sebelum memasuki sesi inti.
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar coaching clinic untuk mempersiapkan mahasiswa dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). (Foto: Humas Unikama)
PKM: Program Bergengsi dengan tingkat Selektivitas Tinggi
Memasuki sesi utama, Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM, memaparkan secara gamblang atau jelas peta kompetisi PKM di tingkat nasional. Menurutnya, PKM adalah program yang luar biasa dan sangat bergengsi, terbukti dari tingginya angka partisipasi mahasiswa.
"Pada periode 2024-2025, tercatat sekitar 75.000 mahasiswa terlibat dalam PKM di seluruh Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut, proposal yang diterima untuk seleksi hanya berkisar 40.000 - 60.000 proposal. Sementara yang berhasil didanai hanya sekitar 4.000 hingga 6.000 proposal saja," papar Prof. Henik.
Bedasarkan data yang ia jelaskan, Prof. Henik Sukorini menyoroti bahwa rasuo kelulusan pendanaan PKM hanya berada kisaran 10 persen. Sehingga, peluangnya sangat kecil.
"Artinya, peluang itu sempit tetapi sangat terbuka bagi mereka yang mempersiapkan proposal dengan matang, berbasis data, dan memiliki inovasi yang tajam," tegasnya.
Prestasi Mahasiswa Kunci Menuju Unggul
Di akhir pemaparannya, Prof. Henik menegaskan bahwa prestasi mahasiswa pada bidang PKM tidak hanya memberikan keberuntungan individu, tetapi juga akan berdampak sistemik pada institusi.
"Prestasi mahasiswa ini nantinya dapat menghantarkan Universitas menuju predikat Perguruan Tinggi yang Unggul, demikian pula dengan program studi yang berhasil mencetak juara PKM, tentu akan mempermudah langkahnya menuju status Program Studi yang Unggul pula," ungkapnya.
Kegiatan coaching clinic ini menjadi bagian dari Unikama untuk mendorong daya saing akademik mahasiswa. Dengan menghadirkan reviewer nasional, diharapkan mahasiswa mampu memahami pola penilaian, menghindari kesalahan umum, serta menyusun proposal yang lebih terarah dan berkualitas.
Dengan pendampingan intensif dan wawasan dari reviewer secara langsung, Unikama optimistis dapat meningkatkan jumlah proposal yang lolos pendanaan PKM 2026, serta memperkuat posisi menuju status perguruan tinggi unggul.(*)
