KIP Menembus Batas #17 (Kaleidoskop 2025)

Nakhodai Kembali IKA Unair! Khofifah Bertekad Ajak Alumni Bangun Negeri Lewat Pengabdian Berdampak ke Masyarakat

1 Januari 2026 20:50 1 Jan 2026 20:50

Thumbnail Nakhodai Kembali IKA Unair! Khofifah Bertekad Ajak Alumni Bangun Negeri Lewat Pengabdian Berdampak ke Masyarakat
Khofifah Indar Parawansa memimpin kembali ketua IKA Unair untuk periode 2025-2030. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Tahun 2025 menandai berakhirnya masa kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) untuk periode pertama.

Karena dinilai berhasil mengemban amanah itu, kembali nama Gubernur Jawa Timur tersebut dipercaya memimpin sebagai orang nomor satu di kalangan alumni Unair se-Indonesia.

Pada 3 Agustus pada Musyawarah Nasional (Munas) XI, secara aklamasi Khofifah dinyatakan kembali sebagai ketua umum dan memimpin untuk periode 2025-2030.

Pada Munas tersebut hadir 121 delegasi, terdiri dari 32 perwakilan Pimpinan Wilayah (PW), 48 Pimpinan Cabang (PC), 35 Komisariat Fakultas, 1 perwakilan Internasional Malaysia, 1 dari Dewan Pertimbangan, serta 4 peninjau.

IKA Unair ke depan akan semakin banyak merajut kebersamaan dan kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi Universitas Airlangga dan masyarakat luas.

Apalagi saat ini banyak alumni Unair yang menjadi tokoh maupun pimpinan daerah yang bisa diajak berkolaborasi untuk memajukan bangsa.

Diakui banyak pihak, tidak sedikit kemajuan dicapai IKA Unair di bawah kepemimpinan Khofifah, salah satunya disampaikan Ketua IKA Unair Komisariat Fakultas Vokasi Kolonel Laut (Purn) Djoko Kriswanto.

Salah satu bukti konkretnya, saat ini IKA Unair sudah memiliki Gedung Sekretariat layak, tempat berkumpulnya insan alumni yang akan berpartisipasi dalam kegiatan Civitas Akademik.

Khofifah juga dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu lulusan pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri, serta mampu bersaing di pasar kerja global.

Kepemimpinan Khofifah di periode sebelumnya diakui dengan berbagai prestasi, di antaranya pembangunan Plaza Unair, peran aktif dalam program vaksinasi Covid-19, penanganan stunting hingga ekspansi cabang IKA Unair di level internasional.

Keberlanjutan kepemimpinan Khofifah diharapkan akan semakin memperkuat peran IKA Unair sebagai organisasi alumni yang solid, inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi almamater, alumni dan masyarakat luas.

Khofifah juga mengajak para alumni mengambil peran dalam diplomasi antarbangsa sebagai wujud membangun negeri lewat pengabdian yang berdampak positif kepada masyarakat.

Sebagai ketua umum, Khofifah menegaskan peran penting almamater ini adalah pengabdian alumninya di berbagai daerah serta penguatan kerja sama antara negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa di berbagai negara serta para diplomat alumni.

Banyak ruang pengabdian untuk memaksimalkan penyapaan IKA Unair di masyarakat, antara lain konektivitas dan mengambil peran diplomasi, terutama yang berkaitan dengan hubungan bilateral.

Sementara dari pemerintah, Khofifah mendorong konektivitas di berbagai lini, seperti pembukaan penerbangan langsung baru dari Jawa Timur ke beberapa negara.

Foto Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melantik Pengurus Pusat IKA UNAIR Masa Bakti 2025–2030 (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melantik Pengurus Pusat IKA UNAIR Masa Bakti 2025–2030 (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

Pelantikan Pengurus

Dua pekan menjelang pergantian tahun, Khofifah melantik Pengurus Pusat IKA Unair Masa Bakti 2025–2030 sekaligus sebagai momentum konsolidasi alumni lintas generasi untuk memperkuat kolaborasi berbasis keilmuan secara implementatif.

Selain itu, juga meneguhkan peran strategis alumni dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Khofifah menekankan pentingnya peran IKA UNAIR sebagai orkestrator kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan dunia usaha khususnya di daerah.

“Kolaborasi yang terkelola dengan baik menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Khofifah.

Universitas Airlangga telah melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di berbagai sektor strategis, baik di tingkat  regional, nasional maupun internasional.

Potensi besar tersebut perlu diorkestrasikan secara sistemik melalui organisasi alumni agar mampu menghadirkan kontribusi yang nyata, terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat.

IKA Unair memiliki modal sosial, intelektual, serta jejaring profesional sangat kuat. Dengan demikian jika dikelola secara sistematis dan programatik maka dapat menjadi orkestrator kolaborasi yang menyatukan gagasan keilmuan, pengalaman profesional dan kebutuhan pembangunan.

Khofifah yang juga Gubernur Jatim itu menegaskan Pemprov membuka ruang kerja sama yang luas dan dapat diarahkan pada penguatan sumber daya manusia unggul, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pengembangan riset dan inovasi, serta percepatan transformasi ekonomi daerah.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang terstruktur, terukur dan berbasis data. Dalam konteks ini, IKA Unair memiliki peran penting untuk memperkuat perumusan kebijakan publik yang bertumpu pada riset dan keilmuan,” tegasnya.

Selain mendukung agenda pembangunan daerah, IKA Unair harus mampu mengambil peran aktif dalam menyambut, mengawal dan menyukseskan berbagai program strategis nasional. 

Agenda-agenda prioritas nasional membutuhkan dukungan pemikiran, riset serta jejaring yang kuat agar implementasinya berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

IKA Unair tidak hanya menjadi bagian dari ekosistem akademik, tetapi juga harus hadir sebagai mitra strategis negara dalam menyukseskan program-program prioritas nasional.

Kontribusi alumni melalui penguatan kebijakan berbasis riset, inovasi serta pendampingan implementasi di daerah akan sangat menentukan keberhasilan agenda pembangunan nasional.

Kekuatan jejaring alumni yang tersebar di dalam dan luar negeri merupakan pengungkit kerja sama lintas sektor dan lintas wilayah, khususnya di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Jejaring alumni adalah kekuatan besar. Melalui orkestrasi kolaborasi yang solid, kontribusi alumni tidak hanya berdampak bagi kampus, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi daerah dan bangsa.

Foto Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin sebagai Rektor Unair periode (2025-2030).  (Foto: Humas Unair)Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin sebagai Rektor Unair periode (2025-2030).  (Foto: Humas Unair)

Ini Kata Rektor

Rektor Unair Prof. Muhammad Madyan menyambut baik setiap bentuk kontribusi di berbagai lini melalui jejaring alumni. Mengingat, ikatan alumni dapat menjadi jembatan yang kokoh antara almamater dan masyarakat melalui kolaborasi, riset dan pengabdian lain.

Para alumni merupakan talenta terbaik,  bukan hanya saksi sejarah, tapi juga agen perubahan di tengah masyarakat, bangsa, bahkan dunia.

Tahun 2025 juga merupakan sejarah bagi sivitas akademi dan keluarga besar Unair karena memiliki nakhoda baru. Setelah sebelumnya dipimpin Prof Nasih selama 10 tahun, kali ini posisi Rektor dijabat oleh Prof. Dr. Muhammad Madyan.

Ia akan menjadi orang nomor satu di Unair mulai 2025 hingga 2030. Prof Madyan terpilih dalam rapat pleno pemilihan gelaran Majelis Wali Amanat (MWA) pada 5 Mei tahun ini.

Harapannya, Prof. Madyan dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab baru, senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran dan keberkahan oleh Allah SWT dalam menyinergikan semua stakeholder yang ada.

Saat ini dibutuhkan pemimpin transformatif atau transformational leader di era yang penuh tantangan dan dinamika. Rektor sebagai pemimpin butuh  super team, tidak bisa kerja sendiri-sendiri dan yang penting untuk bersama-sama membangun kolaborasi substantif.

Selama masa kepemimpinan Prof Nasih, Unair sukses naik signifikan dalam pemeringkatan dunia, dari posisi lebih dari 700 ke peringkat 308 dunia.

Harapannya, rektor baru mampu melanjutkan prestasi yang telah dicapai dan membawa UNAIR menuju target peringkat 200 besar dunia.

Hasilnya, Unair saat ini menduduki peringkat ke-287 dunia dalam QS World University Rankings (QS WUR) 2026.

Sementara menurut THE Impact Rankings 2025, Unair menduduki peringkat ke-9 dan yang merupakan terbaik di Indonesia dan ASEAN serta kedua terbaik di Asia.

THE Impact merupakan pemeringkatan universitas dunia yang menilai kontribusi institusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Unair unggul dalam SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dengan peringkat 1 dunia, SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan peringkat 3 dunia, SDGs 5 (Kesetaraan Gender) dengan peringkat 4 dunia, serta SDGs 17 (Kemitraan Global)dengan peringkat 29 dunia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Unair IKA Unair kip menembus batas kaleidoskop 2025 Rektor Unair