KETIK, MALANG – Marcos Santos buka suara ihwal biang kekalahan anak asuhnya pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026, kontra Dewa United. Pelatih Arema FC ini menyebut bahwa persiapan anak asuhnya rusak karena harus kebobolan pada awal pertandingan.
Menurut Marcos, ia sudah menyiapkan anak asuhnya untuk bisa bermain sebaik mungkin pada laga kontra Dewa United, termasuk sejumlah taktik untuk menghadpi tuan rumah/
"Namun, kami kebobolan dari penalti, semenit setelah laga dimulai. Hancur semua," ucap Marcos, usai laga.
Arema FC harus menelan kekalahan pada laga pekan ke-18 mereka di BRI Super League 2025/2026, kontra Dewa United. Dalam laga yang dihelat di Banten International Stadium, Senin, 26 Januari 2026, Singo Edan takluk dua gol tanpa balas.
Dua gol Dewa United yang bersarang ke gawang Arema FC diborong penyerang asing mereka, Alex Martins.
Lebih lanjut, Marcos meminta maaf kepada Aremania terkait hasil buruk timnya pada laga ini. Pelatih asal Brasil ini pun meminta maaf karena gagal mempersembahkan kemenangan bagi almarhum Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, yang wafat pekan lalu.
"Saya minta maaf kepada Aremania. Saya tahu Aremania masih berduka setelah meninggalnya Coach kuncoro. Ini situasi sulit," tuturnya.
Sementara itu, permintaan maaf senada juga diungkapkan M. Anwar Rifai. Pemain belakang Arema FC ini juga meminta maaf gagal meraih kemenangan pada laga tersebut.
"Mohon maaf untuk Aremania belum bisa kasih yang terbaik. Mohon maaf juga untuk almarhum Coach Kuncoro," kata Rifai.
"Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami sudah melakukan semaksimal mungkin, tapi hasil belum memihak," tandasnya.
Dengan kekalahan ini, Arema FC turun ke peringkat kesebelas. Mereka mengoleksi 21 angka dari 18 pertandingan.
Sementara, Dewa United naik satu peringkat, ke posisi sepuluh. Mereka mengumpulkan 23 poin dari 18 laga.
