KETIK, SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabaya pada Kamis 18 Februari 2026.
Ia mengunjungi SPPG Nikmat Barokah yang berada di Jalan Raya Kedung Asem, Rungkut, Surabaya. Dalam kunjungannya ia menyampaikan, pola MBG selama Ramadan mengalami perubahan distribusi, makanan diberikan dalam bentuk paket makanan kering yang dapat dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.
"Nanti bulan puasa yang berpuasa dikasih makanan kering, ada telur, roti, kurma atau buah, kacang, dan susu. Untuk pondok pesantren, waktunya bisa digeser saat buka puasa," katanya.
Dalam kunjungannya, ia juga melakukan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG, sekaligus mendorong percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG.
Ia menjelaskan, di Jawa Timur saat ini memiliki 2.110 SPPG dan lebih dari separuhnya telah mengantongi sertifikat SLHS.
"Separuh lebih sudah memiliki SLHS, yang di sini sudah lengkap, SLHS ada, halal ada, HACCP juga ada. Ini bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya karena aman dan gizinya sudah sesuai," lanjutnya.
Pengelola SPPG Nikmat Barokah, Yayuk Eko Agustin mengatakan, seluruh menu makanan kering yang didistribusikan selama Ramadan melibatkan produk dari pelaku UMKM lokal.
“Menu keringnya ada roti, abon, telur asin, telur biasa, dan buah. Semua dari UKM,” kata Yayuk.
Ia menambahkan, distribusi makanan dilakukan ke sekolah-sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sedangkan selama masa libur, distribusi difokuskan kepada ibu hamil dan menyusui. Ia menjelaskan, setiap hari SPPG Nikmat Barokah mendistribusikan sekitar 3.500 porsi makanan, termasuk untuk siswa, guru, ibu hamil dan ibu menyusui. (*)
