KETIK, SURABAYA – Indonesia Super League mulai memasuki bulan Ramadan, sejumlah tim peserta melakukan penyesuaian latihan hingga asupan makanan terhadap para pemain.
Penyesuaian ini juga dilakukan Persebaya. Ahmad Ridhoi, dokter tim menjelaskan apa saja penyesuaian yang bakal dilakukan terhadap Bruno Moreira dan kolega.
Menurutnya, skema khusus untuk pemain adalah pengaturan nutrisi dan waktu recovery yang menjadi perhatian utamanya.
"Recovery jadi kunci. Jarak pertandingan yang mepet menuntut pemain cepat pulih. Jadi setelah pertandingan, kami maksimalkan pemulihan 24-48 jam," katanya di Surabaya pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sebagai gambaran, Persebaya telah menjalankan empat laga dalam rentang dua pekan. Kondisi ini jelas bukan perkara mudah bagi pemain.
Namun, dengan perencanaan matang dan disiplin pemain dalam menjaga kondisi, Persebaya optimistis mampu melewati fase krusial Ramadan dengan hasil maksimal.
"Saat Ramadan pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi. Karena itu kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi,"ucapnya.
Selain mengatur nutrisi, Ridhoi juga terus memonitor kondisi pemain, mulai dari berat badan, kabar hidrasi hingga kualitas tidur mereka.
"Kalau ada tanda-tanda kelelahan berlebih, langsung kami komunikasikan dengan tim pelatih untuk penyesuaian program," tegasnya.
Dalam waktu dekat ini, Persebaya kembali bertanding melawan Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 20.30 WIB.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares sebelumnya juga sudah menjelaskan bahwa timnya mulai melakukan penyesuaian latihan pada saat Ramadan. (*)
