Program MBG di Kota Malang Tetap Jalan Saat Ramadan, Menu Makanan Kering

19 Februari 2026 15:22 19 Feb 2026 15:22

Thumbnail Program MBG di Kota Malang Tetap Jalan Saat Ramadan, Menu Makanan Kering

Siswa SMP Negeri 2 Kota Malang saat menyantap hidangan MBG pada 2 Oktober 2025. (Foto: Kukuh/Ketik.com).

KETIK, MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan. Meski demikian, terdapat penyesuaian jenis menu hingga jadwal pendistribusian.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang, Muhammad Athoillah, mengatakan kebijakan tersebut merupakan implementasi dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Selama Ramadan, MBG yang dibagikan merupakan makanan kering kemasan yang tahan lama hingga beberapa jam di suhu ruang. 

"Untuk menu MBG saat Ramadan, kita distribusikan dalam bentuk kemasan. Seperti buah, roti, telur, dan susu," jelasnya, Kamis, 19 Februari 2026. 

Perubahan ini dilakukan untuk mencegah makanan tidak cepat basi, sehingga menu yang dibagikan kepada penerima manfaat tetap segar dan layak dikonsumsi saat waktunya berbuka puasa. 

"Jadi, kami siapkan makanan yang bisa awet dan dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa," tambahnya.

Langkah preventif juga dilakukan untuk menghindari risiko makanan cepat basi. Pihak SPPG telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menginstruksikan seluruh satuan pelayanan untuk menghindari penggunaan bahan tertentu, seperti santan.

"Untuk makanan kemasan, kalau bisa tidak menggunakan santan dan sejenisnya. Arahan ini sudah kami sampaikan lewat surat edaran," terangnya. 

Selain menu, waktu pengiriman juga mengalami pergeseran. Jika biasanya dilakukan pagi hari, selama Ramadan pendistribusian dilakukan sedikit lebih siang agar tidak mengganggu fokus kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

"Untuk pendistribusian dilakukan setiap hari. Bedanya saat bulan puasa ini, pendistribusian agak siang agar tidak mengganggu jadwal pelajaran," ungkapnya.

Kebijakan menu kering ini tidak berlaku secara menyeluruh. Bagi sekolah yang mayoritas siswanya non-muslim, skema pemberian makan siang tetap menggunakan menu basah (ompreng) seperti hari biasa.

"Jika mayoritas siswa tidak berpuasa, maka kita akan berikan menu basah seperti biasa menggunakan ompreng," imbuhnya.

Sementara itu, distribusi untuk kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita) tetap berjalan normal dengan kombinasi menu yang telah dijadwalkan.

"Khusus 3B tetap berjalan seperti biasa, karena mereka kan tidak berpuasa. Untuk skemanya, misalnya pada Senin dibagikan ompreng, maka Selasa dan Rabu diberikan makanan kemasan. Begitu pula pada Kamis, kita kirimkan menu makanan basah di ompreng dan pada Jumat Sabtunya makanan kering," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

MBG SPPG Kota Malang Ramadan mbg kota malang Makan bergizi gratis