Rupanya Imsak Bukan Batas Akhir Sahur, Ini Penjelasan Ulama soal Waktu Makan Sebelum Subuh

27 Februari 2026 16:56 27 Feb 2026 16:56

Thumbnail Rupanya Imsak Bukan Batas Akhir Sahur, Ini Penjelasan Ulama soal Waktu Makan Sebelum Subuh

Ilustrasi orang sahur namun sudah memasuki waktu imsak. (Desain: Dina Elwarda/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Rasa was-was kerap muncul saat sahur, terutama ketika terdengar pengumuman imsak dari masjid atau musala. 

Tidak sedikit umat Muslim mengira imsak adalah batas akhir makan dan minum sebelum berpuasa.

Bahkan, ada yang langsung berhenti menyentuh hidangan begitu waktu imsak tiba.

Lantas, benarkah imsak menjadi penentu sah atau tidaknya sahur?

Secara bahasa, imsak berarti menahan. Ustaz Faris Baswedan melalui akun TikTok @faris.baswedan pada Minggu, 23 Februari 2026 menjelaskan bahwa imsak dipahami sebagai berhenti makan beberapa saat sebelum terbit fajar.

Faris Baswedan menyebut penjelasan tersebut memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit disebutkan, “Kami makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW, kemudian beliau berdiri untuk melaksanakan salat.” Anas berkata, “Aku bertanya kepada Zaid, ‘Berapa lama jarak antara azan dan sahur?’ Ia menjawab, ‘sekitar bacaan lima puluh ayat." (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan adanya jeda antara selesai sahur dan pelaksanaan salat Subuh. Para ulama memahami bahwa memberi jarak tersebut termasuk sunnah sebagai bentuk kehati-hatian.

“Sikap yang tepat adalah menempatkan imsak sebagai langkah antisipatif, bukan sebagai batas haram yang setara dengan terbitnya fajar (masuk waktu Subuh),” ujarnya dalam video singkat tersebut.

Dengan demikian, imsak bukanlah ketentuan wajib yang apabila dilanggar sebelum Subuh otomatis membatalkan puasa. Memberi jeda sebelum fajar terbit dipahami sebagai anjuran atau sunnah agar tidak terjatuh pada makan setelah masuknya waktu Subuh.

Penjelasan serupa disampaikan Putra Pradipta melalui akun TikTok @bang.putra.pradipta pada Minggu, 2 Maret 2025. Dalam video tersebut ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 187:

“Makan dan minumlah hi ngga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.

Menurutnya, ayat tersebut secara tegas menunjukkan bahwa batas akhir makan dan minum adalah terbitnya fajar atau masuk waktu Subuh, bukan waktu imsak.

Adapun tradisi imsak yang dikenal luas di Indonesia merupakan hasil ijtihad sebagian ulama sebagai bentuk kehati-hatian, dengan anjuran menghentikan makan sekitar sepuluh menit sebelum azan Subuh.

“Jadi boleh saja lanjut makan dan minum ketika terdengar seruan imsak tapi secukupnya saja,” ujarnya.

Dengan memahami hal ini, umat Muslim diharapkan tidak lagi diliputi rasa was-was saat sahur.

Imsak sepatutnya dipahami sebagai langkah kehati-hatian, bukan batas mutlak yang mengharamkan makan dan minum. Selama fajar belum terbit, sahur masih diperbolehkan sesuai ketentuan syariat dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sahur saat imsak Imsak puasa Ramadan sahur Sah atau tidak Hikmah Ramadan