Silaturahmi Online! Tradisi Halal Bihalal di Era Video Call

21 Maret 2026 04:00 21 Mar 2026 04:00

Thumbnail Silaturahmi Online! Tradisi Halal Bihalal di Era Video Call

Ilustrasi video call dengan keluarga saat hari raya. (Foto: Pinterest)

KETIK, SURABAYA – Pada akhirnya, perjalanan mudik bukan hanya soal sampai di tujuan secepat mungkin, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan tersebut dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.

Dengan perencanaan yang matang, pemanfaatan teknologi, serta kesiapan kendaraan dan kondisi fisik yang baik, kemacetan saat mudik dapat diantisipasi dengan lebih bijak.

Dengan begitu, perjalanan pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga dapat terasa lebih menyenangkan dan bebas dari stres di jalan.

Perayaan Idulfitri selalu identik dengan tradisi silaturahmi dan saling bermaafan. Setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, masyarakat biasanya mengunjungi rumah keluarga, kerabat, dan teman untuk mempererat hubungan sekaligus merayakan kebersamaan.

Tradisi ini dikenal luas di Indonesia dengan istilah halal bihalal, sebuah momen sosial yang tidak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan di masyarakat.

Namun, perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir telah menghadirkan cara baru dalam menjalankan tradisi tersebut. Jika dulu silaturahmi hampir selalu dilakukan secara langsung dengan berkunjung dari rumah ke rumah, kini banyak orang melakukannya melalui panggilan video atau video call.

Aplikasi seperti WhatsApp, Zoom, atau Google Meet memungkinkan orang untuk tetap terhubung dengan keluarga dan sahabat meskipun berada di kota, bahkan negara yang berbeda.

Fenomena silaturahmi online ini semakin terlihat terutama pada keluarga yang anggotanya tersebar di berbagai daerah. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mudik setiap tahun, baik karena pekerjaan, jarak yang jauh, maupun keterbatasan waktu.

Melalui video call, mereka tetap dapat merasakan suasana Lebaran bersama keluarga, berbincang, saling meminta maaf, hingga berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing.

Selain itu, silaturahmi online juga sering digunakan dalam acara halal bihalal yang lebih luas, seperti di lingkungan kerja atau komunitas. Banyak kantor atau organisasi kini menyelenggarakan acara halal bihalal secara virtual agar seluruh anggota dapat ikut serta tanpa harus berkumpul di satu tempat.

Dengan teknologi konferensi video, puluhan bahkan ratusan orang dapat bergabung dalam satu pertemuan daring untuk saling menyapa dan mempererat hubungan.

Meskipun tidak sepenuhnya menggantikan kehangatan pertemuan langsung, silaturahmi melalui video call tetap memberikan pengalaman yang berarti.

Melihat wajah keluarga, mendengar suara mereka, dan berbincang secara langsung melalui layar sering kali sudah cukup untuk menghadirkan rasa kedekatan, terutama bagi mereka yang berada jauh dari kampung halaman.

Di era digital seperti sekarang, tradisi halal bihalal pun ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Silaturahmi tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu.

Dengan bantuan internet dan berbagai aplikasi komunikasi, semangat untuk saling memaafkan dan menjaga hubungan baik tetap dapat dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel.

Pada akhirnya, esensi dari silaturahmi dalam perayaan Lebaran bukan hanya tentang pertemuan fisik, tetapi tentang menjaga hubungan, mempererat persaudaraan, dan saling memaafkan.

Teknologi hanyalah sarana baru yang membantu manusia mempertahankan nilai-nilai tersebut di tengah perubahan zaman. (*)

Tombol Google News

Tags:

lebaran Hari Raya videocall Silaturahmi keluarga online Digital