Mantan PM Israel Akui Pernah Bertemu Predator Seks Jeffrey Epstein, Kini Menyesal

13 Februari 2026 06:26 13 Feb 2026 06:26

Thumbnail Mantan PM Israel Akui Pernah Bertemu Predator Seks Jeffrey Epstein, Kini Menyesal

Foto kolase Jeffrey Epstein (kiri) dan Ehud Barak (kanan). (Channel 12)

KETIK, JAKARTA – Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, menyatakan penyesalannya pernah bertemu dan menjalin relasi dengan terpidana kasus perdagangan seks asal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Dalam wawancara yang dikutip The Times of Israel, Barak secara terbuka mengatakan, “I regret ever meeting him” (Saya menyesal pernah bertemu dengannya).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Barak dimintai penjelasan mengenai hubungannya dengan Epstein, yang kembali menjadi sorotan publik menyusul rilis berbagai dokumen terkait kasus tersebut. Tanpa berkelit, Barak mengakui pernah bertemu Epstein, tetapi menegaskan bahwa ia menyesali keputusan itu.

"Seharusnya saya menggunakan penilaian yang lebih menyeluruh sebelum bertemu dia,", ujar Barak, merujuk pada pertimbangan yang menurutnya kurang matang saat itu.

 

Penyesalan di Luar Aspek Hukum

Meski mengaku pernah bertemu, mengenal dan menjalin relasi dengan Epstein, Barak menegaskan tidak ada pelanggaran hukum yang ia lakukan. Ia menyebut, tidak ada tindakan ilegal yang dilakukannya dalam konteks hubungan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata soal legalitas.

Penyesalan yang ia ungkapkan, menurutnya, lebih berkaitan dengan kebijaksanaan pribadi dan pertimbangan moral sebagai figur publik. Barak mengisyaratkan bahwa sebagai mantan kepala pemerintahan, ia semestinya lebih berhati-hati dalam memilih relasi dan mempertimbangkan dampak reputasionalnya.

 

Sorotan di Tengah Rilis Dokumen Epstein

Nama Barak kembali diperbincangkan setelah berbagai berkas dan dokumen terkait kasus Epstein dipublikasikan. Sejumlah tokoh dunia dari berbagai sektor disebut pernah memiliki komunikasi atau pertemuan dengan Epstein, yang meninggal dunia pada 2019 saat menghadapi dakwaan perdagangan seks anak di bawah umur.

Dalam wawancara tersebut, Barak tidak mengakui adanya keterlibatan dalam aktivitas ilegal ataupun tindakan tidak pantas. Ia membatasi pernyataannya pada pengakuan penyesalan atas keputusan untuk pernah bertemu Epstein, tanpa masuk ke dalam spekulasi atau tudingan lain yang beredar.

Seperti diketahui, akhir Januari 2026 lalu, otoritas Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen persidangan kasus perdagangan seksual yang dilakukan Jeffrey Epstein. Berkas yang disebut "Epstein Files" tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 3,5 juta halaman.

Di dalamnya, terdapat banyak tokoh penting dunia yang ikut terseret. Mulai dari politisi, pebisnis hingga agamawan. Termasuk juga dari Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

jeffrey epstein Epstein Files Ehud Barak PM Israel perdagangan seksual Predator Seks