KETIK, MALANG – Taman Wisata Wendit di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, kembali mencuri perhatian publik setelah sempat mengalami penurunan jumlah pengunjung. Destinasi legendaris yang sarat nilai sejarah ini kini hadir dengan wajah baru melalui pengelolaan New Wisata Wendit.
Wendit bukan sekadar taman rekreasi biasa. Tempat ini dipercaya telah ada sejak era Kerajaan Majapahit dan dikenal sebagai pemandian alami bersejarah. Konon, kolam alaminya menjadi lokasi para raja dan selir Majapahit beristirahat sekaligus menjalani ritual. Airnya bahkan diyakini memiliki khasiat menyembuhkan penyakit dan membawa keberuntungan.
Memasuki masa kolonial Belanda, kawasan ini kemudian dikembangkan menjadi pemandian umum bernuansa taman. Jejak sejarah tersebut masih terasa hingga kini, menyatu dengan suasana rindang yang menjadi ciri khas Wendit.
Selain kolam alami, Wendit juga dikenal dengan kawanan kera yang telah lama menjadi ikon kawasan wisata ini. Demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, sebagian kera kini ditempatkan di area khusus.
Di bawah pengawasan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Malang, revitalisasi terus dilakukan. Sejumlah wahana air kembali diaktifkan, seperti kolam arus, kiddy pool, kolam fantasi, hingga waterboom. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Wendit sebagai tujuan wisata keluarga.
Dari sisi harga, pengelola menawarkan tiket masuk yang relatif terjangkau, berkisar antara Rp20.000 hingga Rp100.000, tergantung paket dan wahana yang dipilih. Taman wisata ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Tak hanya menyuguhkan wahana permainan air, Wendit juga menawarkan suasana alami yang sulit ditemukan di taman rekreasi modern. Pepohonan besar dan rindang menciptakan kesan sejuk dan teduh, menjadikan pengalaman berwisata terasa lebih menyatu dengan alam.
Dengan kombinasi harga terjangkau, nilai historis yang kuat, serta pembenahan fasilitas secara bertahap, Taman Wisata Wendit kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Malang. Kebangkitan ini menjadi harapan baru bagi destinasi legendaris yang telah melewati berbagai zaman. (*)
