KETIK, PAMEKASAN – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan mengukir prestasi gemilang di tingkat global. Tim UIM sukses menyabet Juara 3 (Bronze Medal) dalam ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.
Tim yang terdiri dari Defilia Fatikasari, Liana Safitri Zein, dan Yoga Dwi Septian ini menunjukkan performa impresif sejak tahap seleksi hingga babak final. Mengusung nama Tim HeritageHarmony++, mereka bersaing dengan delegasi mahasiswa dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Kenya, Somalia, Filipina, dan Turkmenistan.
Dalam subtema Culture and Tourism, mereka berhasil memukau dewan juri melalui ide berbasis teknologi yang inovatif. Penilaian kompetisi ini meliputi kualitas substansi ilmiah, ketajaman analisis, serta kemampuan komunikasi akademik di forum internasional.
Dosen Pembimbing Fakultas Teknik UIM Pamekasan, Moh. Aminollah Hamzah, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para mahasiswa tersebut.
"Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi teknologi yang berpadu dengan pelestarian budaya mampu bersaing di kancah internasional," ungkap Aminollah, Senin, 16 Februari 2026.
Aminollah berharap pencapaian ini menjadi langkah awal bagi lahirnya karya-karya besar lainnya yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberangkatan dan perjuangan tim.
"Terimakasih kami ucapkan kepada Rektor Universitas Islam Madura, Bapak Ahmad Asir, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, dan Wakil Ketua DPRD Pamekasan Bapak Ismail, S.Hi yang telah mensupport tim dari awal sampai akhir," pungkasnya. (*)
