KETIK, SURABAYA – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 menjadi momen pembuktian bagi banyak siswa di Indonesia bahwa minat dan bakat dapat melampaui sekat-sekat jurusan sekolah.
Salah satu cerita inspiratif datang dari SMKN 1 Surabaya, di mana Kirania Qisa Bunga Cinta Ardeansa, atau yang akrab disapa Nia, berhasil mengamankan satu kursi di program studi Desain Interior, UPN Veteran Jawa Timur.
Keberhasilan ini tergolong unik mengingat Nia merupakan siswi dari jurusan Bisnis Digital yang memutuskan untuk banting setir ke dunia seni rupa dan tata ruang.
Perjalanan Nia menuju kampus bela negara tersebut tidaklah singkat. Ia menyadari bahwa jalur SNBP sangat mengandalkan rekam jejak akademik yang stabil. Oleh karena itu, sejak duduk di bangku kelas X hingga kelas XII, Nia terus menjaga performa nilainya.
"Kuncinya itu dari semester satu sampai lima. Rata-rata nilai jangan sampai turun, minimal banget konsisten," tegasnya saat diwawancarai.
Nia berhasil menduduki peringkat ke-28 di jurusannya, sebuah posisi yang membuatnya masuk ke dalam kuota siswa eligible untuk mendaftar SNBP. Meskipun persaingan di internal sekolah cukup ketat, fokus Nia tidak goyah untuk tetap mengincar jurusan yang ia impikan, yakni Desain Interior.
Berbeda dengan siswa jurusan sains atau sosial, pejuang jurusan seni diwajibkan melampirkan portofolio sebagai instrumen penilaian tambahan. Bagi Nia, ini adalah tahap paling krusial sekaligus paling menantang.
Tema yang ditentukan oleh panitia seleksi tahun ini cukup kompleks: interaksi remaja yang sedang bersepeda dan bergurau, hingga salah satu di antaranya terjatuh.
Nia mengaku harus belajar ekstra keras untuk memahami anatomi tubuh manusia agar gambarnya tidak terlihat kaku. "Jujur, menurutku tingkat kesulitannya 10 dari 10," ujar siswi SMKN 1 itu.
Demi hasil maksimal, ia mengalokasikan waktu khusus selama dua hari penuh dengan total pengerjaan mencapai 16 jam. Setiap tarikan garis dan bayangan ia perhatikan dengan saksama agar mampu menggambarkan suasana jatuh yang dramatis namun tetap proporsional secara visual.
Ketertarikan Nia pada Desain Interior berakar dari kegemarannya dalam mengolah tata ruang dan furnitur. Ia memandang profesi desainer interior bukan sekadar menghias ruangan, melainkan memberikan solusi fungsional bagi penggunanya.
Di UPN Veteran Jawa Timur, yang merupakan pilihan keduanya, Nia berharap dapat mengasah kemampuannya dalam memodifikasi objek sederhana menjadi karya yang memiliki nilai estetika tinggi.
Pemilihan UPN Veteran Jawa Timur sendiri didasari oleh reputasi kampus tersebut yang terus berkembang. Meskipun Nia juga sempat menempatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di pilihan pertama, ia tetap bersyukur dan bangga bisa lolos di UPN yang memiliki persaingan sangat kompetitif di jalur prestasi.
Menutup kisahnya, Nia memberikan pesan bagi adik tingkatnya yang akan menghadapi seleksi di tahun mendatang. Ia menekankan pentingnya memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan sendiri, meskipun melihat banyak orang lain yang mungkin terlihat lebih mahir.
"Jangan takut dengan keadaan. Aku awalnya pesimis karena banyak yang lebih jago gambar, tapi aku lebih fokus sama hasil yang aku usahakan," ujar remaja perempuan yang menyukai warna pink tersebut penuh optimisme.
Kisah Nia di SNBP 2026 ini menjadi pengingat bahwa kombinasi antara manajemen nilai rapor yang baik, persiapan portofolio yang matang, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman jurusan asal adalah formula sukses menuju perguruan tinggi impian. (*)
