KETIK, SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Timur bersama KADIN Institute dan PT Media Hati menggelar kegiatan Halalbihalal bertajuk “Transformasi Diri dalam Bingkai Silaturahmi: Bekerja dengan Hati, Melayani Sesuai Kompetensi”. Acara ini berlangsung di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi kompetensi di kalangan pelaku industri.
Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang berdampak pada dunia usaha dan ketenagakerjaan.
“Melalui momentum ini, kita ingin mempererat silaturahmi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan konsolidasi antar pelaku industri,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tantangan global menuntut dunia industri untuk lebih adaptif, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten. Menurutnya, keberhasilan program hilirisasi di sektor pangan dan energi sangat bergantung pada kualitas SDM.
“Hilirisasi itu 60 hingga 70 persen ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang SDM dan Tenaga Kerja KADIN Jatim sekaligus Direktur KADIN Institute, Nurul Indah Susanti, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pelaku industri untuk lebih aktif dalam menyelenggarakan sertifikasi bagi karyawannya.
“Ketika tenaga kerja memiliki kompetensi teknis yang terukur, maka produktivitas akan meningkat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun Jawa Timur secara bersama-sama,” jelasnya.
Di sisi lain, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Miftahul Aziz, menyoroti tantangan produktivitas tenaga kerja Indonesia yang masih perlu ditingkatkan. Ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat ke-46 dari 67 negara dalam hal produktivitas tenaga kerja.
“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia industri, lembaga sertifikasi profesi (LSP), serta asesor kompetensi dalam menjawab tantangan tersebut. Selain itu, ia menyoroti adanya skill gap dan belum optimalnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri (link and match).
“Ke depan, kita juga harus memperhatikan perkembangan jenis pekerjaan baru, termasuk di bidang teknologi dan green jobs,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan sertifikat penghargaan oleh Ketua Umum KADIN Jawa Timur kepada salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam penjaminan mutu tenaga kerja melalui sertifikasi kompetensi di Jawa Timur.(*)
