Dari Kelas ke Sajadah: Perjalanan Ratna Kurniawati Membangun Generasi Tahfidz

5 April 2026 05:40 5 Apr 2026 05:40

Thumbnail Dari Kelas ke Sajadah: Perjalanan Ratna Kurniawati Membangun Generasi Tahfidz

Ratna Kurniawati, Kepala Tahfidz Al-Karomah. Tiga peran ia jalani sekaligus, namun senyumnya tak pernah pudar.(Foto: Nadifah Meidina/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Menjalani tiga peran sekaligus tak menyurutkan ngkahnya untuk terus membimbing generasi penghafal Al-Qur'an.

Bagi Ratna Kurniawati, mengajarkan Al-Qur'an bukan sekadar rutinitas. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai guru SD ini kini juga menjabat sebagai Kepala Tahfidz Al-Karomah, sebuah lembaga tahfidz yang berdiri di bawah naungan Yayasan Al-Karomah.

Lembaga ini hadir melengkapi program pendidikan Islam yang sudah lebih dulu ada di yayasan tersebut. "TPA sudah ada, Qori sudah ada, tahfidz yang belum," ungkap wanita yang juga merangkap peran sebagai pengurus rumah tangga ini, saat diwawancarai Ketik.com, Sabtu, 4 April 2026.

Ratna pun dipercaya untuk mengelola dan mempromosikan program tahfidz tersebut sejak pertama kali dibuka.

Ada dua alasan utama yang mendorong alumni pondok pesantren ini aktif mengajarkan Al-Qur'an. "Satu, ingin nabung buat akhirat. Dan yang kedua, karena Al-Qur'an ini membawa dampak dalam kehidupan saya sangat besar sekali," tuturnya.

Keseharian ibu dari 4 anak ini terbilang padat. Pagi hari ia mengajar di sekolah, siang digunakan untuk beristirahat sekaligus mengurus urusan rumah tangga, dan sore harinya ia kembali mengajar tahfidz dan mengaji. Ilmu yang diperolehnya dari pondok pesantren ia jadikan bekal untuk terus berbagi. "Mengajarkan ilmu Al-Qur'an yang didapat dari pondok dulu biar manfaat," kata perempuan yang menjalani tiga peran sekaligus itu.

Namun perjalanan itu tak selalu mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi bukan soal mengajar, melainkan soal minat. Menurut kepala tahfidz ini, merekrut murid dari kalangan TK dan SD kelas bawah relatif mudah. Justru siswa SD kelas atas dan SMP yang menjadi tantangan tersendiri. "Sangat-sangat kurang peminatnya di Tahfidz Al-Karomah ini," akui perempuan yang juga berprofesi sebagai guru SD itu.

Hingga kini, Tahfidz Al-Karomah tercatat memiliki 35 santri aktif. Angka yang masih terus diupayakan untuk bertumbuh.

Di tengah segala tantangan itu, Ratna menyebut satu hal yang membuatnya tetap bertahan dan konsisten: keberkahan. "Keberkahan hidup karena Al-Qur'an, mungkin harapannya," pungkas kepala tahfidz yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan Al-Qur'an ini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Tahfidz Karomah Ratna Kurniawati Rumah Tahfidz Surabaya