KETIK, SURABAYA – Anak-anak merupakan masa depan bangsa yang harus dilindungi dan dipenuhi hak-haknya agar bisa menjadi generasi emas membanggakan Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkomitmen bersama seluruh elemen bangsa untuk terus melindungi dan membahagiakan anak-anak Indonesia.
Seperti yang dilakukannya saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 bersama anak-anak yatim dan calon murid Sekolah Rakyat (SR) Jenjang SMP di Taman Sekargadung, Kota Pasuruan, pertengahan Juli lalu.
Khofifah berharap momentum tersebut sebagai pengingat bagi semua pihak, orang tua, guru, pemerintah, hingga masyarakat untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia serta mendukung potensi secara optimal.
Di lain kesempatan, Gubernur juga pernah mengajak 100 anak yatim piatu dan difabel belanja kebutuhan sekolah di salah satu toko buku di Kota Malang. Yang istimewa, Gubernur ikut memilihkan langsung peralatan sekolah bagi mereka yang saat itu bertepatan dengan Bulan Muharam.
Ini merupakan bentuk amalan yang diseyogyakan pada Bulan Muharram. Yang mana bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, sekaligus sebagai momentum yang sangat tepat bagi umat Islam untuk membahagiakan anak-anak yatim. Sebab, Muharram merupakan bulan yang dianjurkan oleh nabi untuk memuliakan dan menyantuni mereka.
Untuk itu, Gubernur Khofifah ingin berbagi kehangatan dan berbagi dengan mereka yang selama ini menapaki hidup tanpa pelukan orang tua. Momen berbagi dengan anak yatim piatu dan difabel kali ini merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) berswa foto bersama seorang anak perempuan di Kabupaten Gresik beberapa waktu lalu. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)
Apresiasi
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Gubernur Khofifah dalam mewujudkan tata kelola perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan yang progresif, Gubernur Khofifah menerima Penghargaan DPD RI Awards 2025 untuk kategori Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan.
DPD RI menilai Gubernur Khofifah memiliki komitmen kuat dalam memperluas akses perlindungan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong kemandirian sosial dan ekonomi perempuan di berbagai daerah di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini memperkuat posisi Jatim sebagai provinsi yang aktif mendorong tata kelola daerah yang berpihak pada anak, sekaligus mempertegas Jatim sebagai provinsi yang ramah bagi anak dan perempuan.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, sejak tahun 2021 telah mendapatkan predikat Provinsi Layak Anak (Provila) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Serta, berhasil mempertahankan predikat Provila secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan kabupaten/kota dan berbagai program perlindungan anak.
Bahkan di tahun 2025, untuk kesekian kalinya pemerintah pusat kembali menganugerahkan penghargaan Provila kepada Jatim sebagai pengakuan atas upaya memobilisasi daerahnya menuju lingkungan yang layak anak.
Tak hanya itu saja, di tingkat kota/kabupaten, sejumlah daerah di Jatim juga telah meraih predikat KLA kategori Utama, Nindya maupun Madya dan sudah tidak ada lagi yang berada di tingkat Pratama. Secara rinci, KLA di Jatim meliputi 6 kabupaten/kota menduduki peringkat utama, 14 kabupaten/kota menduduki peringkat nindya, 18 kabupaten/kota menduduki peringkat madya.
Khofifah menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan struktural, tetapi juga melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan anak dan perempuan.
Salah satunya yakni penerapan program MPLS RAMAH (Ramah, Edukatif, Inklusif, Partisipatif, dan Adaptif) yang menekankan lingkungan sekolah aman kekerasan dan kampanye anti-perundungan. Program ini sekaligus menguatkan literasi digital pelajar untuk mencegah risiko kekerasan berbasis siber.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) berjalan bersama sejumlah anak-anak beberapa waktu lalu. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)
Tularkan “Virus” Sedekah
Orang nomor satu di Pemprov Jatm itu di setiap kegiatan selalu menghadirkan anak kurang beruntung, ada yang yatim, piatu, ada juga yatim piatu. Tentu dengan iringan hadrah shalawat.
Ia selalu menekankan kepada semua pejabat di pemprov agar selalu menyempatkan untuk bersedekah melalui santunan anak yatim.
Program tersebut dilakukannya sejak pertama kali memimpin Provinsi Jawa Timur 2019 silam. Kemudian, dilanjutkan sampai periode kedua dan hingga saat ini.
Santunan anak yatim bukan sekali sehari, tapi setiap kegiatan. Per hari, kegiatan mantan Menteri Sosial itu bisa sampai 3 agenda. Belum lagi saat akhir pekan, bisa tembus hingga dua kali lipat dari hari kerja.
Uang yang disedekahkan juga menurut informasi adalah dana pribadi karena terkait dengan infaq shodaqoh masing-masing individu.
Per setiap harinya, semisal terdapat 3 agenda (terkadang lebih) yang masing-masing disedekahkan nilainya Rp100.000, maka setiap hari sang gubernur mengeluarkan anggaran pribadi Rp300.000.
Jika dalam seminggu atau 7 hari maka per pekan ada 21 agenda dan anggaran yang disedekahkan mencapai Rp2.100.000
Dalam sebulan atau 30 hari, per bulan terdapat 90 agenda maka anggaran yang disedekahkan mencapai Rp9.000.000.
Sedangkan, dalam setahun atau 365 hari, per tahun terdapat 1.095 agenda maka anggaran yang disedekahkan mencapai Rp109.500.000.
Catatan di atas untuk satu anak. Nah, jika setiap agenda terdapat 10 anak maka total uang pribadi gubernur yang disedehkan dalam setahun mencapai 1.095.000.000 atau Rp1,09 miliar. Jumlah itu juga untuk 10.950 anak yatim dalam setahun yang disantuni oleh Khofifah.
Sementara itu, karena terkait menjalankan ajaran agama selaku umat muslim, apa yang dilakukan Gubernur Khofifah ini menjadi inspirasi bagi seluruh pejabat di tingkat provinsi. Bahkan, tak jarang diadopsi oleh pejabat tingkat kabupaten/kota. Setiap ada even, selalu mendatangkan anak yatim.
“Doa anak-anak seperti mereka (yatim) ini menembus langit dan Insya Allah lebih cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Juga, niatkan diri kita untuk sedekah, ibadah. Insya Allah doa anak-anak ini yang membawa Jatim tetap aman, nyaman dan menjadi provinsi diridhoi Allah SWT,” tuturnya.
Gubernur Khofifah juga menyalurkan bantuan sosial dan zakat produktif senilai total Rp1,62 miliar yang disalurkan beberapa bantuan, di antaranya Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 30 orang penerima berupa uang Rp3,6 juta per tahun dan sembako.
Penyerahan Alat Bantu Mobilitas Lansia dan Penyandang Disabilitas sebanyak 14 unit senilai Rp57.901.000. Penyerahan Bantuan Sosial PKH Plus kepada 450 Keluarga penerima berupa uang Rp2.000.000 per tahun beserta sembako.
Penyerahan Bantuan Operasional Pendamping PKH Plus berupa uang Rp900.000 per triwulan dan sembako. Penyerahan Tali Asih bagi Taruna Siaga Bencana (Tagana) berupa uang Rp750.000 per triwulan dan sembako. Penyerahan Bantuan Sosial kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) berupa uang Rp1,5 juta per triwulan dan sembako.
Selain itu juga dilakukan penyerahan Bantuan Langsung Tunai Buruh Pabrik Rokok kepada 194 orang penerima berupa uang Rp1.325.900 per tahun dan sembako. Kemudian, penyerahan Zakat Produktif kepada Pedagang Ultra Mikro 50 orang penerima berupa uang Rp500 ribu.
Di sisi lain, kegiatan ini juga selaras dengan Program Prioritas Gubernur Jatim- Wakil Gubernur Jatim “Nawa Bhakti Satya”, yakni Jatim Berkah-Amanah. Nawa Bhakti Satya merupakan sembilan program prioritas yang dirancang untuk mengabdi dan memuliakan masyarakat Jawa Timur.
Program Jatim Berkah Amanah menjadi salah satu dari sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya ini mencakup upaya untuk memastikan bahwa pembangunan dan pelayanan publik bersifat berkah (memberikan manfaat positif) dan amanah (dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan).
Tujuannya untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran yang merata, serta meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat secara lebih menyeluruh dan dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaannya dijalankan melalui berbagai kebijakan dan program yang mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Jatim. (*)
