Lima Profesor Baru Dikukuhkan, Unair Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Dampak Nyata

9 April 2026 16:01 9 Apr 2026 16:01

Gracio Pardomuan, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lima Profesor Baru Dikukuhkan, Unair Tegaskan Komitmen pada Inovasi dan Dampak Nyata

Foto bersama lima guru besar baru Unaisr bersama Rektor, dan Senat Akademik. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali menambah jajaran guru besarnya dengan mengukuhkan lima profesor baru pada Kamis, 9 April 2026.

Prosesi berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C, dan menjadi momen penting dalam penguatan peran akademik kampus terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang berdampak luas.

Lima profesor yang resmi dikukuhkan berasal dari lintas disiplin ilmu. Dari Fakultas Hukum ada Prof Dr Bambang Sugeng Ariadi Subagyono SH MH dan Prof Dr Radian Salman SH LLM.

Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yakni Prof Dr Muhammad Asfar Drs MSi serta Prof Yuyun Wahyu Izzati Surya SSos MA PhD. Sementara dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Prof Dr Ahmad Shofy Mubarak SPi MSi turut dikukuhkan.

Ilmu Harus Relevan dengan Zaman

Rektor Unair, Muhammad Madyan, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global.

Menurutnya, beragam bidang keilmuan yang diangkat mulai dari ketahanan pangan, literasi digital multikultural, hingga isu hukum dan politik menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.

Ia menekankan bahwa perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut ilmu pengetahuan untuk terus beradaptasi. Dalam hal ini, pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk melahirkan inovasi yang relevan dan aplikatif.

“Perguruan tinggi harus mampu memastikan bahwa ilmu tetap kontekstual. Lewat riset dan inovasi berkelanjutan, akademisi tidak hanya menjawab persoalan hari ini, tapi juga menyiapkan solusi untuk masa depan,” sebagaimana dilansir dari website Unair.

Pentingnya Keseimbangan Inovasi dan Nilai

Lebih lanjut, Prof Madyan menyoroti pentingnya menjaga harmoni antara kemajuan teknologi, regulasi, dan nilai-nilai dasar kehidupan. Ia mengingatkan bahwa setiap perkembangan ilmu harus tetap berlandaskan prinsip keadilan, hak asasi manusia, serta kemaslahatan bersama.

Menurutnya, kolaborasi antara inovasi, literasi, regulasi, dan nilai-nilai etis menjadi fondasi utama agar ilmu pengetahuan benar-benar memberikan dampak nyata, bukan sekadar wacana.

Ia pun berharap para guru besar yang baru dikukuhkan mampu menjaga integritas akademik, memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, serta menjadi motor penggerak keilmuan di bidangnya masing-masing. (*)

Tombol Google News

Tags:

Unair Universitas Airlangga Info PTN Info Kampus surabaya Profesor Guru Besar akademisi