Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia

9 April 2026 17:32 9 Apr 2026 17:32

Diva Oktavia M., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia

Menko Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menyampaikan sambutan dalam Pelantikan Pengurus DPW GAPEMBI Jawa Timur di Grand Mercure Malang Mirama, Kamis, 9 April 2026. (Foto: Aziz/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani untuk mendorong kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikannya dalam acara pelantikan Pengurus DPW GAPEMBI (Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia) Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 9 April 2026, di Grand Mercure Malang Mirama.

Menurutnya, kekurangan gizi pada anak-anak tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kecerdasan dan produktivitas di masa depan.

“Kalau anak-anak kekurangan gizi, IQ rendah, produktivitas juga rendah,” ujar Zulkifli dalam sambutannya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya program makan bergizi yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah. Ia menyebut program tersebut bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi masa depan bangsa,” tegasnya.

Zulkifli juga membagikan pengalaman pribadinya saat kecil dalam kondisi ekonomi terbatas. Ia mengaku harus berbagi makanan secara sederhana, tetapi tetap merasakan pentingnya asupan gizi yang cukup.

“Dulu makan sederhana, telur dibagi, lauk terbatas. Tapi kalau gizinya cukup, itu sangat berpengaruh,” katanya.

Ia menambahkan, apa yang dikonsumsi masyarakat hari ini akan menentukan kualitas generasi mendatang, baik dari sisi kecerdasan maupun produktivitas.

Selain isu gizi, pemerintah juga tengah mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi ini dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu menyerap hasil petani sekaligus menyalurkan bantuan pemerintah secara lebih tepat sasaran.

Sekitar 80 ribu desa ditargetkan terhubung dalam sistem ini sehingga distribusi kebutuhan dapat lebih merata antarwilayah.

“Ini baru satu tahun, perjalanan masih panjang. Tapi arah kita sudah jelas, kita ingin Indonesia maju, bukan hanya sebagian, tapi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Zulkifli Hasan Zulhas   Menko Pangan GAPEMBI Jawa timur malang gizi Makanan bergizi SDM Koperasi Merah Putih