KETIK, MALANG – Kepergian Kuncoro untuk selamanya usai bermain sepak bola pada Minggu, 18 Januari 2026, dinilai menjadi kehilangan besar bagi Arema FC. Pasalnya, almarhum dikenal sebagai sosok penting yang menjaga dan merawat ciri khas permainan Singo Edan.
Sebagai asisten pelatih, Kuncoro disebut berperan besar dalam menanamkan jati diri permainan Arema FC yang khas: cepat, keras, dan penuh determinasi.
“Coach Kuncoro adalah sosok yang selalu menjaga jati diri permainan Arema FC,” ujar eks pemain belakang Arema, Hermawan, saat ditemui di rumah duka, Minggu, 18 Januari 2026.
“Ia selalu menekankan bahwa permainan Arema itu harus cepat, keras, dan punya determinasi tinggi,” sambungnya.
Menurut Hermawan, kepergian Kuncoro meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi skuad Arema FC saat ini, terutama dalam menjaga semangat dan karakter permainan yang telah diwariskan almarhum.
“Semangat dan jati diri ini yang harus diteruskan oleh Arema FC ke depannya,” tutur Hermawan.
Selain dikenal sebagai roh permainan Arema FC, Hermawan juga mengenang Kuncoro sebagai sosok perekat tim. Almarhum dinilai mampu ngemong dan membimbing para pemain muda, termasuk Hermawan saat pertama kali bergabung dengan Arema.
“Waktu saya masih magang, Coach Kuncoro sudah menjadi pemain besar. Tapi beliau tetap dekat dengan saya dan pemain-pemain muda lainnya,” katanya.
“Ia terus membimbing dan memberi kami banyak nasihat,” imbuhnya.
Hermawan mengungkapkan, hubungan baiknya dengan Kuncoro tetap terjaga hingga keduanya gantung sepatu sebagai pesepak bola profesional. Keduanya bahkan masih kerap bermain bersama di ajang antar-kampung (tarkam).
“Kalau di tarkam, kami lebih banyak bercanda. Beliau tetap bermain keras ke pemain lain, tapi kalau melawan saya justru lebih banyak bercandanya,” tandas Hermawan. (*)
