KETIK, MALANG – Kepergian almarhum Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Singo Edan. Sosok yang dikenal sederhana dan penuh dedikasi itu dikenang sebagai pelatih yang memahami betul karakter pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Penilaian tersebut disampaikan Koordinator Presidium Aremania Satu, Ali Rifki, yang juga pernah menjabat sebagai manajer Arema FC. Menurut Ali, Kuncoro bukan sekadar pelatih, tetapi figur pengayom yang mampu membaca kondisi pemain.
“Kalau dari sisi kepelatihan, Kuncoro ini betul-betul paham karakter pemain. Dia tahu kapan harus mengganti pemain di lapangan, paham kondisi fisik, tahu siapa yang sudah kelelahan dan siapa yang masih bisa lanjut,” ujar Ali.
Ali menilai, ketegasan Kuncoro dalam menegakkan disiplin menjadi salah satu kekuatan utamanya. Namun, ketegasan itu dijalankan dengan cara yang manusiawi.
“Kalau ada pemain yang kurang disiplin, dia tegas. Namun, ketegasannya itu tidak menimbulkan sakit hati, apalagi sampai menyakiti mental pemain. Itu luar biasa,” katanya.
Tak hanya soal teknis, Kuncoro juga dikenal memiliki hubungan akrab dengan para pemain, terutama pemain muda. Sikapnya yang rendah hati membuatnya disegani sekaligus dicintai.
“Orangnya humble, disenangi pemain. Pemain-pemain muda itu sungkan, segan, tapi juga dekat. Dia sering bercanda, menganggap pemain seperti anak sendiri. Mengayomi, meskipun guyonannya kadang keras,” tutur Ali.
Di ruang ganti maupun dalam keseharian tim, Kuncoro dikenal sebagai sosok pembawa suasana. Celetukan dan tingkah lakunya kerap mencairkan ketegangan.
“Di mana pun, di ruang ganti atau di luar, dia selalu bikin suasana jadi happy. Guyonannya itu khas, selalu bikin semua orang ketawa,” kenangnya.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi almarhum, Ali Rifki mengaku memiliki gagasan untuk mengusulkan kepada manajemen Arema FC agar nomor punggung yang pernah dikenakan Kuncoro saat masih bermain bersama Arema dipensiunkan.
“Mungkin nanti saya usulkan ke manajemen, nomor punggung Coach Kuncoro dulu digantung atau dipensiunkan,” kata Ali. (*)
