KETIK, MADIUN – Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik melakukan kunjungan kerja sekaligus studi banding ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Sadewa ini menjadi ajang berbagi praktik baik pengelolaan perpustakaan dan arsip dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan literasi.
Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik dipimpin langsung Ketua Komisi IV, Muchamaad Zaifudin, bersama para anggota yakni Pondra Priyo utama. Jumanto, Sudadi, Imam syaifudin, Abdullah Munir, Noto Utomo, Komsatun, Ahmad Fauzi, Khusnul Akib dan Jamilah Mukarromah.
Kehadiran mereka disambut hangat jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun. Hadir mewakili Pemkab Madiun, Asisten Administrasi Umum, Achmad Romadhon, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Kus Hendrawan, serta Sekretaris Dinas, Tarji, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Madiun, Achmad Romadhon, menyampaikan gambaran singkat kondisi geografis Kabupaten Madiun yang terdiri dari wilayah dataran rendah hingga kawasan perbukitan di bagian selatan.
Menurutnya, kondisi geografis tersebut menuntut layanan publik, termasuk perpustakaan dan arsip, untuk terus berinovasi agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan karakter wilayah yang beragam, perpustakaan tidak lagi cukup hanya hadir secara fisik, tetapi harus adaptif melalui layanan digital agar literasi bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamaad Zaifudin, dalam sambutannya memperkenalkan seluruh anggota Komisi IV yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan studi banding terkait pengelolaan perpustakaan dan arsip daerah, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin belajar langsung bagaimana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun mengelola layanan literasi, SOP pelayanan, serta strategi promosi perpustakaan di era digital. Harapannya, hasil kunjungan ini bisa kami adopsi dan sesuaikan untuk pengembangan layanan perpustakaan di Kabupaten Gresik,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, Kus Hendrawan, memaparkan peran strategis perpustakaan sebagai pusat literasi yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar, pusat informasi, dan sarana pemberdayaan masyarakat.
“Perpustakaan adalah jantung literasi. Melalui literasi yang kuat, masyarakat akan lebih berdaya, produktif, dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kus Hendrawan juga menjelaskan sejumlah keunggulan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun, mulai dari penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan yang jelas, pengembangan koleksi berbasis kebutuhan masyarakat, hingga optimalisasi digitalisasi layanan.
Digitalisasi tersebut mencakup pengelolaan arsip elektronik, layanan perpustakaan digital, serta promosi literasi melalui media sosial dan platform daring.
“Promosi perpustakaan kini kami lakukan secara masif melalui digital. Ini penting agar perpustakaan semakin dekat dengan generasi muda dan masyarakat luas,” tambahnya.
Para pelajar dan mahasiswa cukup senang memanfaatkan sarana perpustakaan, selain lengkap bukunya, juga bersih dan suasana dingin berAC. (Foto : Sutejo, RC/Ketik.com)
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, membahas tantangan dan peluang pengembangan perpustakaan daerah di tengah perkembangan teknologi informasi.
Diskusi ini menjadi ruang saling berbagi pengalaman dan gagasan antara DPRD Kabupaten Gresik dan jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun.
Salah satu anggota komisi IV dari Fraksi PAN, Sudadi, mengapresiasi kinerja Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Madiun yang dinilai luar biasa dan layak diajungi jempol.
"Pokoknya satu kata, hebat," tandasnya.
Pengusaha properti ini berharap, apa yang dilakukan perpustakaan Kabupaten Madiun nantinya bisa disampaikan ke Dinas Perpustakaan Kabupaten Gresik dan bisa lebih maju dan diminati pelajar dan anak muda.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin sinergi dan kerja sama antardaerah dalam penguatan literasi dan pengelolaan arsip yang profesional, modern, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (*)
