Sleman Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Warga Diminta Hindari Belanja Berlebihan

3 Maret 2026 08:35 3 Mar 2026 08:35

Thumbnail Sleman Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Warga Diminta Hindari Belanja Berlebihan

Wabup Sleman, Danang Maharsa (paling kiri), saat memantau stok dan harga bahan pokok di Pasar Sleman jelang Lebaran 2026. Berdasarkan pantauan TPID, ketersediaan pangan di wilayah Sleman dipastikan aman dengan fluktuasi harga yang masih dalam batas wajar. (Foto: Prokompim Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya tetap terjaga dalam kondisi aman menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian ini didapat setelah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman bersama TPID DIY melakukan penyisiran lapangan di sejumlah titik strategis, mulai dari Pasar Sleman, Program Pasar Murah di GOR Tridadi, hingga pusat perkulakan Indogrosir Sleman pada Senin, 2 Maret 2026.

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menjelaskan bahwa pantauan ini merupakan agenda terakhir dari rangkaian inspeksi di lima kabupaten dan kota se-DIY. Menurut hasil evaluasi di lapangan, distribusi barang pokok di Sleman masih berjalan lancar tanpa hambatan pasokan yang berarti. Meskipun terdapat pergerakan harga pada beberapa komoditas, pemerintah menilai fluktuasi tersebut masih dalam batas kewajaran musiman.

"Dari pantauan ini, secara umum ketersediaan bahan pokok di Sleman dalam kondisi aman. Kemudian untuk harga, ya memang ada beberapa komoditas yang naik tapi masih dalam batas wajar," jelas Eling Priswanto saat memberikan keterangan.

Salah satu komoditas yang mencatatkan kenaikan harga adalah daging ayam, dengan rata-rata lonjakan sebesar Rp2.000. Eling menyebutkan bahwa tren kenaikan ini bersifat regional dan merata terjadi di wilayah kabupaten serta kota lainnya di DIY. Pemerintah saat ini masih menahan diri untuk tidak melakukan intervensi pasar secara agresif selama gejolak harga belum menyentuh level kritis atau terjadi kelangkaan barang di tingkat pedagang.

"Kalau kenaikan harganya masih wajar, kita mungkin belum ada intervensi. Tetapi kalau nanti terjadi lonjakan yang besar, mungkin TPID DIY bersama Kabupaten/Kota akan melakukan operasi pasar murah, begitupun jika terjadi kelangkaan bahan pokok," ungkap Eling menambahkan.

Senada dengan temuan tersebut, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan bahwa koordinasi antara Pemkab Sleman dan Pemda DIY akan terus diperketat guna memantau pergerakan harga harian. Danang melihat kondisi pasar saat ini masih kondusif sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas akan ketersediaan kebutuhan pokok di meja makan saat hari raya nanti.

Berdasarkan stabilitas stok tersebut, Danang mengimbau warga Sleman untuk tetap tenang dan menerapkan manajemen keuangan rumah tangga yang bijak. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam perilaku belanja impulsif yang justru berisiko memicu spekulasi harga di tingkat pengecer.

"Kami sampaikan untuk kebutuhan bahan pokok ini masih tersedia aman. Tidak perlu untuk belanja berlebihan, secukupnya saja, tidak usah panik, dan tentunya mudah-mudahan bisa mengatur ekonomi secara matang sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang mengkhawatirkan," ujar Danang Maharsa menutup keterangannya. (*)

Tombol Google News

Tags:

ketahanan pangan Pemkab Sleman Wabup Sleman Pasar Murah GOR Tridadi indogrosir Panic Buying Operasi Pasar Stabilitas Harga Ekonomi Sleman Kebutuhan Pokok DIY Harga Pangan Hari Ini Info Sleman Logistik Lebaran