KETIK, SURABAYA – Lelah badan dan pikiran asalkan anak-anak sukses, merupakan kalimat sederhana namun penuh makna bagi Tri Hartatik, seorang single mother dengan tiga orang anak.
Ia sudah enam tahun bercerai dengan suaminya, namun kondisi ini tidak menjadikannya terpuruk. Sebaliknya, ia menjadi lebih semangat menjadi seorang ibu sekaligus kepala keluarga.
Segala macam pekerjaan dilakukan Tri Hartatik agar asap dapur tetap mengepul, mulai dari instruktur senam, menjual gorengan, hingga menjadi pengasuh anak-anak.
"Saya kerjakan apapun, asalkan halal dan bisa untuk masa depan anak-anak," katanya kepada Ketik.com, Senin, 22 Desember 2025.
Ia menceritakan pernah tidak bisa maksimal bekerja, hingga tidak ada pemasukan finansial. Kejadian itu ia alami pada saat pandemi Covid-19 yang lalu.
"Saat Covid itu tidak mengajar senam sama sekali. Kebetulan waktu itu saya ada kerjaan menjaga anak kecil di rumah, daycare. Dititipkan pagi, sore di jemputnya malam," lanjutnya.
Semua pekerjaan ini berusaha dilakukan demi memenuhi kebutuhan rumah dan ketiga anaknya.
"Alhamdulillah anak-anak sangat-sangat mengerti keadaan ibunya. Urusan makan tidak rewel, asal masih bisa makan. Anak-anak tidak pernah ada uang saku karena yang terpenting kebutuhan pokok terpenuhi, kalau kurang terkadang pinjam saudara," ungkapnya.
Kemudian pada saat Ramadan, ia menjual gorengan dan es di depan gang rumahnya.
"Kalau ada pesanan masakan dari teman juga dikerjakan. Sekarang kalau ada yang minta tolong bersih-bersih rumah juga saya kerjakan. Apapun kerjaan asal halal," tegasnya.
Momentum hari ibu ini, ia semakin semangat berjuang menafkahi anak-anaknya demi masa depan.
"Tanpa mengenal lelah, selalu semangat. Lelah badan dan pikiran tidak dihiraukan semua demi masa depan buah hatinya karena semua ibu menginginkan anak-anaknya sukses," pungkasnya. (*)
