KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan peran generasi muda sebagai penggerak utama pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, saat membuka secara resmi Talkshow dan Sharing Session Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penjaringan dan pembinaan talenta muda yang telah menunjukkan karya nyata selama minimal satu tahun. Program Pemuda Pelopor menyasar berbagai bidang strategis, mulai dari ketahanan pangan, inovasi teknologi, seni dan budaya, pendidikan, lingkungan hidup, hingga pariwisata.
Peserta yang lolos tahapan seleksi daerah nantinya akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang Pemuda Pelopor tingkat provinsi hingga nasional. Pemerintah daerah menargetkan lahirnya figur-figur pemuda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Mengusung tema “Mewujudkan Kemandirian Pemuda Melalui Pemuda Pelopor di Kabupaten Bojonegoro”, kegiatan ini dirancang tidak sekadar seremonial. Panitia menyusun rangkaian talkshow dan sharing session sebagai bagian dari seleksi awal, pendampingan, hingga coaching agar potensi terbaik peserta berkembang secara optimal.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan media, perguruan tinggi, organisasi dan komunitas kepemudaan, ketua OSIS, guru kesiswaan, serta Forum Pemuda Pelopor. Mereka aktif bergerak di sektor pangan, teknologi inovatif, seni budaya, pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup, pariwisata, dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa program Pemuda Pelopor bukan agenda rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat melalui gerakan pemuda dari tingkat akar rumput.
“Pemuda berhak atas perjuangannya sendiri untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Mental yang tangguh harus dilatih sejak dini, karena perubahan besar selalu dimulai dari keberanian dan konsistensi,” ujar Setyo Wahono.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah yang disertai kolaborasi lintas sektor akan memperkuat peran pemuda pelopor dalam mendorong kemandirian ekonomi yang berdampak luas.
“Calon pemuda pelopor harus menjadi agen perubahan. Dimulai dari dirinya sendiri, lalu memberi manfaat bagi orang lain melalui kemauan kuat dan kerja keras,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro juga memberikan penekanan khusus kepada para camat yang hadir. Ia menilai camat memiliki peran strategis dalam membuka ruang dialog, mendorong inovasi, serta menginisiasi gerakan kepemudaan di wilayah masing-masing.
“Masa depan Bojonegoro ditentukan oleh bagaimana kita menggerakkan pemuda hari ini,” tandasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow dan sharing session bersama sejumlah narasumber inspiratif yang merupakan Pemuda Pelopor Kabupaten Bojonegoro. Mereka, termasuk yang telah meraih prestasi di tingkat provinsi dan nasional, berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi membangun gerakan kepemudaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata. (*)
