KH Abdul Hamid Wahid di Harlah ke-77, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Tata Kelola Modern Berstandar ISO

19 Januari 2026 10:16 19 Jan 2026 10:16

Thumbnail KH Abdul Hamid Wahid di Harlah ke-77, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Tata Kelola Modern Berstandar ISO

Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid memberikan sambutan pada haul ke 77 (Foto: Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan Islam yang profesional tanpa meninggalkan akar tradisi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 sekaligus Haul Masyayikh pada Minggu, 18 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Kiai Hamid menekankan bahwa momentum usia 77 tahun merupakan langkah strategis untuk mengimplementasikan tema "Dari Tradisi ke Transformasi". Ia menegaskan pentingnya memegang teguh kaidah Al-muhafazhatu ‘alal qadimi al-shalih, wal akhdzu bil jadidi al-aslah.

"Nurul Jadid tidak hanya menjaga warisan intelektual masa lalu, tetapi juga bertransformasi mengambil tradisi baru yang membawa maslahat bagi agama, bangsa, dan masyarakat," ujarnya.

Untuk mencapai visi sebagai lembaga yang unggul, Kiai Hamid memaparkan strategi yang tertuang dalam Rencana Induk Pesantren 2021-2040. Transformasi ini bertumpu pada empat pilar utama manajemen:

  1. Pendidikan yang berkualitas tinggi.
  2. SDM yang kompeten dan profesional.
  3. Kemandirian Pendanaan organisasi.
  4. Sarana Prasarana yang representatif.

Salah satu langkah konkret yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Nurul Jadid dalam menerapkan standar manajemen internasional. Saat ini, pesantren telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Manajemen Mutu dan ISO 21001:2018 tentang Manajemen Organisasi Pendidikan.

Penerapan ISO ini bertujuan untuk memastikan setiap layanan dakwah dan pendidikan di lingkungan pesantren berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpusat pada santri (learner-centered).

"Kami ingin menunjukkan bahwa keunggulan pesantren harus holistik. Ada keseimbangan antara kekuatan moralitas dan intelektualitas dengan tata kelola profesional yang modern," tambahnya.

Di akhir sambutannya, Kiai Hamid menginstruksikan seluruh pengelola dan keluarga besar pesantren untuk menginternalisasi Panca Kesadaran dan Trilogi Santri ke dalam sistem kerja harian.

Ia menegaskan bahwa disiplin dalam menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) adalah bentuk pengabdian yang profesional di era modern.

Kiai Hamid dengan penuh keyakinannya bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid optimis dapat menjadi "Mercusuar Peradaban" yang mencetak generasi unggul bagi kesejahteraan umat di dunia maupun akhirat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pesantren Nurul Jadid ISO global