KETIK, YOGYAKARTA – Nuansa kepedulian menyelimuti selasar Masjid As-Syifaa’ RSUP dr Sardjito pada Minggu pagi, 8 Februari 2026. Kegiatan rutin dua mingguan yang diinisiasi oleh komunitas Sejoli (Sedekah Joging Kuliner) berkolaborasi dengan Ketik.com Biro Daerah Istimewa Yogyakarta kali ini terasa lebih istimewa.
Selain menjalankan misi sosial bagi para penunggu pasien, aksi kali ini sekaligus menjadi simbol peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dengan cara yang lebih membumi dan menyentuh langsung masyarakat.
Momen peringatan HPN tahun ini diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Ketik.com Biro DIY memilih turun langsung bersama para relawan Komunitas Sejoli (Sedelah Joging Kuliner) Yogyakarta untuk menunjukkan bahwa pers bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga bagian dari denyut nadi kemanusiaan.
Kolaborasi kali ini mendapat dukungan penuh dari Inzan Catering, Tembi, Bantul, yang menjadi penyokong sajian kuliner dengan menu spesial: soto ayam, tempe mendoan, dan teh hangat.
Pers Sebagai Jembatan Kemanusiaan
Teguh Affianto, Kepala Biro Ketik.com wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan bahwa keterlibatan insan pers dalam aksi sosial ini merupakan bentuk nyata dari fungsi sosial media.
Menurut Teguh, memperingati Hari Pers Nasional tidak harus selalu dengan seremoni formal, melainkan bisa melalui tindakan konkret yang meringankan beban sesama. Ia menekankan bahwa melalui kolaborasi dengan komunitas Sejoli, Ketik.com ingin hadir bukan hanya sebagai pencatat peristiwa, tetapi sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial, terutama di lingkungan rumah sakit.
Ada cerita menarik di balik layar kegiatan kali ini. Jika biasanya proses memasak dilakukan di dapur salah satu relawan Sejoli yang berada di kawasan Pondok Pesantren Krapyak, kali ini lokasi harus dialihkan karena adanya agenda lain di tempat tersebut.
Syukurnya, salah satu katering ternama di Bantul, yakni Inzan Catering, dengan tangan terbuka memberikan dukungannya sebagai tempat persiapan sekaligus penyokong hidangan.
Perjuangan dimulai jauh sebelum matahari terbit. Di dapur Inzan Catering yang terletak di Tembi, Amik, relawan yang datang jauh-jauh dari Wonosari, Gunung Kidul, sudah meracik bumbu berikut ubo rampenya sejak pukul 03.30 WIB.
Amik menuturkan bahwa menyiapkan kuah soto sejak dini hari adalah kunci untuk mendapatkan cita rasa rempah yang meresap sempurna. Bagi Amik, lelah karena bangun jauh lebih awal dan menempuh perjalanan lintas kabupaten sebelumnya terbayar lunas ketika melihat kepulan asap soto yang menggugah selera siap disajikan di hadapan penerima manfaat.
Kehangatan Soto yang Diracik Langsung
Ada pemandangan berbeda dalam cara penyajian yang dilakukan oleh para relawan. Seperti metode dua minggu sebelumnya, tim tidak membagikan nasi kotak siap saji, melainkan memilih meracik langsung makanan, yakni soto ayam, di lokasi.
Fitri, salah satu relawan yang terlibat aktif dalam peracikan, mengungkapkan bahwa metode ini memberikan kepuasan batin tersendiri. Menurutnya, meracik langsung menciptakan kedekatan emosional; mereka ingin menjamu para penunggu pasien dengan hormat, layaknya tamu di rumah sendiri, lengkap dengan mendoan yang masih renyah dan teh hangat yang melegakan.
Seluruh rangkaian kegiatan pembagian sarapan ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh kedamaian. Dua ratus lebih penerima manfaat terlihat mengantre dengan sangat rapi dan tertib di selasar masjid, menunggu giliran dengan sabar tanpa ada keriuhan yang mengganggu ketenangan lingkungan rumah sakit.
"Sebagian makanan juga kami antarkan langsung ke tempat singgah penunggu pasien yang ada di sebrang Masjid As-Syifaa'," ungkap Fitri.
Kehangatan tersebut dirasakan langsung oleh Budi, salah satu penunggu pasien yang pagi itu ikut mengantre. Budi mengaku sangat terbantu karena tidak perlu lagi meninggalkan keluarganya jauh-jauh untuk mencari sarapan.
Senada dengan Budi, Dewi, seorang penunggu pasien asal Jawa Timur yang sedang menunggui kerabatnya, merasa sangat tersentuh dengan adanya kegiatan ini. Dewi mengungkapkan bahwa bantuan berupa makanan sangatlah berarti, terutama bagi warga dari luar daerah yang masih merasa asing dengan lokasi sekitar.
Aksi meracik dan berbagi soto di lokasi ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan simbol penyajian informasi yang jujur dan menyegarkan selaras dengan ruh Hari Pers Nasional. Tidak lebih dari dua jam makanan tersebut habis tersalurkan tanpa sisa.
Seluruh rangkaian kegiatan pembagian sarapan ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh kedamaian. Para penerima manfaat terlihat mengantre dengan sangat rapi dan tertib di selasar masjid.
Menariknya, suasana kekeluargaan memuncak ketika seluruh penunggu pasien yang ada di lokasi tersebut telah mendapatkan haknya.
Tanpa sekat, para relawan dan tim Ketik.com ikut duduk dan sarapan bersama di lokasi. Momen sarapan bareng ini menjadi simbol kesetaraan, di mana semua pihak merasakan kehangatan yang sama di atas lantai selasar masjid.
Melalui kolaborasi Sejoli, Ketik.com, dan Inzan Catering, terselip pesan kuat bahwa di sela aroma rempah dan uap kuah yang mengepul, ada doa dan solidaritas yang memeluk erat para penunggu pasien, meyakinkan mereka bahwa mereka tidak pernah berjuang sendirian.
Selain itu semangat gotong royong ini menjadi kado indah bagi insan pers dalam memperingati hari besarnya dengan terus menebar manfaat nyata bagi sesama. (*)
