KETIK, SURABAYA – Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Jawa Timur bertambah signifikan pada 2026 untuk tingkat menengah atas dan menengah kejuruan, baik negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, pada 2025 total program SIKAP untuk tingkat SMA yakni 48 sekolah dan 8 sekolah SMK. Namun, pada tahun ini jumlahnya yaitu 306 sekolah tingkat SMA dan 377 sekolah tingkat SMK.
“Karena itu kami harap Ibu Gubernur Khofifah berkenan melaunching program SIKAP untuk tahun ini pada 26 Januari mendatang,” ujar Aries di Surabaya, Selasa, 20 Januari 2026.
Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan penanaman perdana serta menebar benih ikan di lingkungan sekolah. Dan, kata dia, Gubernur Khofifah dipersilakan memilih lokasi yang dilakukan launching.
“Ibu Gubernur tinggal memilih di daerah mana, kami siap karena semua daerah Alhamdulillah sudah siap menjalankan program SIKAP,” ucap dia.
Kadisdik Aries juga menyampaikan bahwa jenis tanaman yang ditanam tidak sembarangan karena disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.
“Jadi kami tidak menentukan berdasarkan tanahnya luasannya saja, tapi potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah tersebut, seperti sayuran buah, sayuran daun, tanaman obat, buah-buahan, umbi-umbian, bahkan ikan serta ternak,” tuturnya.
SIKAP merupakan program inovatif Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui Dinas Pendidikan setempat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekolah menjadi kebun, kolam atau area budi daya pangan di sektor pertanian, perikanan bahkan peternakan.
Tujuannya yaitu mendukung ketahanan pangan, menyediakan pangan bergizi serta memberi pengalaman belajar langsung bagi siswa maupun guru di lingkungan sekolah. (*)
