KETIK, JAKARTA – Awal tahun 2026, Forum Jurnalis Muslim (Forjim) sedang menjajaki kemungkinan terjalinnya kerja sama dengan Pusat Kebudayaan Turki di Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Kebudayaan Turki, Yunus Emre Institute Indonesia, Dr. Cemal Sahin saat menerima pengurus Forjim di kantornya.
"Sebagai Pusat Kebudayaan Turki di Indonesia kami siap untuk memfasilitasi kerja sama dengan jurnalis-jurnalis di Indonesia," kata Cemal Sahin di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu 21 Januari 2026.
Yunus Emre Institute (YEI) Indonesia, sambung Cernal merupakan lembaga kebudayaan resmi milik Pemerintah Turki yang berfungsi sebagai pusat diplomasi publik.
Cemal mengatakan, Yunus Emre Institute secara resmi beroperasi secara fisik di Indonesia sejak tahun 2022 . Aktivitas utamanya adalah kursus bahasa Turki, diplomasi budaya, kerja sama akademik dan sebagai pusat informasi.
"Kami menyiapkan jika ada yang ingin belajar bahasa Turki, semuanya gratis ditanggung oleh pemerintah Turki. Termasuk menyiapkan beasiswa bagi warga Indonesia yang ingin belajar di Turki dengan full beasiswa, semuanya ditanggung," ujarnya.
Tidak hanya itu, untuk wartawan di Indonesia tambahnya, lembaga ini juga menyiapkan beasiswa
"Jurnalis jika perlu pendidikan komunikasi di Turki kami bisa menjadi referensi untuk beasiswa. Atau lembaga-lembaga yang mau belajar bahasa Turki kami akan kirim guru siapkan buku dan lainnya,” ucapnya
Semua yang disiapkan tersebut tidak dipungut biaya. “Semua gratis,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Ketua Umum Forjim Indonesia Duddy S. Takdir menyampaikan, bahwa Forjim memiliki program yang dimungkinkan untuk bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Turki. Di antaranya adalah program One Masjid One Journalist (OMOJ) dan Fellowship Program.
"Forjim juga siap bekerja sama untuk melakukan simposium atau seminar budaya untuk mengetahui budaya-budaya Turki dan kaitannya dengan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia," kata Duddy.
Dalam kesempatan yang sama, Pembina Forjim, Dr. A. Salamun AlBashri menyambut baik pertemuan strategis ini. Menurutnya, jurnalis punya kekuatan besar untuk ikut menyampaikan program-program Yunus Emre Institute ke masyarakat.
"Saya sudah kenal sangat lama dengan Dr. Cemal Sahin, lembaga yang beliau pimpin jika bisa berkolaborasi dengan asosiasi jurnalis insyaallah akan semakin dahsyat impactnya terhadap masyarakat," tegasnya.
Sebagai informasi, lembaga ini berada di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Turki (Türkiye Cumhuriyeti Kültür ve Turizm Bakanlığı).
Nama lembaga ini diambil dari penyair sufi ternama Turki pada abad ke-14, Yunus Emre, yang melambangkan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan perdamaian. (*)
